Tren Penggunaan Sedotan Stainless Steel Jadi Alternatif Pengganti Sedotan Plastik

Tren Penggunaan Sedotan Stainless Steel Jadi Alternatif Pengganti Sedotan Plastik

Buletin Dewata, Denpasar.

Di antara banyaknya benda berbahan plastik, sedotan menjadi salah satu yang paling sering kita temui sehari-hari, baik di cafe, restoran, bahkan warung kaki lima. Namun, dibalik manfaatnya, ternyata sedotan merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.

Sejak dikeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai yang di dalamnya melarang penggunaan sedotan plastik, masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan sedotan plastik kini beralih ke sedotan dari bahan baja anti karat atau stainless steel straw. Tidak hanya masyarakat sebagai konsumen yang menggunakan sedotan berbahan baja tersebut, sejumlah tempat usaha makanan/warung maupun restoran juga mulai melirik sedotan anti karat maupun bahan alternatif lainnya seperti sedotan bambu dan kertas.

Kondisi ini pun dimanfaatkan oleh salah seorang penjual sedotan baja anti karat, Agung Yoni sejak akhir tahun 2018 lalu. Dia mengaku setelah mengetahui Peraturan Gubernur Bali terkait larangan menggunakan plastik sekali pakai, pihaknya berinisiatif untuk menjual stainless straw buatan Tiongkok tersebut. “Awalnya saya memang setuju dengan peraturan itu. Jadi saya coba beralih ke sedotan bambu. Tapi saya juga coba pakai stainless straw yang awalnya saya beli via online,” terangnya ditemui di Denpasar.

Ia mengatakan, jika membeli satu paket stainless straw harganya pun cukup mahal. Kemudian membeli jumlah yang banyak sehingga mendapat harga grosir. Lantas tercetus ide untuk menjual kembali ke teman-temannya dan mulai memperkenalkan produknya ke warung makan, coffee shop dan restoran yang ada di seputaran Denpasar.

Yoni pun tidak menyangka produk stainless straw itu mendapat respon positif. “Sekarang sudah banyak yang beli stainless straw. Produk ini pun tidak sulit didapat. Setiap stok sisa sedikit, saya mulai order online langsung di tempat asalnya,” beber Yoni.

Tren Penggunaan Sedotan Stainless Steel Jadi Alternatif Pengganti Sedotan Plastik
Foto : Sedotan stainless steel pengganti sedotan plastik.

Peminat sedotan baja anti karat ini semakin banyak, mulai dari mahasiswa, karyawan swasta, ibu rumah tangga, pelaku usaha makanan dan minuman. “Niat mereka beli, selain sedang menjadi tren, ada juga yang membeli karena ingin mengurangi penggunaan sedotan plastik,” ujarnya.

Terkait harga per paket mulai dari Rp 55 ribu sampai Rp 85 ribu. Paket Rp 55 ribu tersebut terdiri dari 4 pcs sedotan dan 1 pouch dan satu sikat pembersih. Sedangkan paket Rp 85 ribu terdiri dari sedotan dengan variasi warna. “Stoknya stabil. Karena setiap 5 hari dilakukan order ke pabriknya,” tutur Yoni.

Selain tidak menimbulkan tumpukan sampah, sedotan jenis ini perawatannya gampang. Setelah dipakai bisa langsung dicuci menggunakan sikat yang disediakan.

Sementara itu Eka Pratiwi yang baru-baru ini menggunakan stainless straw mengakui sedotan tersebut salah satu cara untuk mengurangi sampah plastik. Meski sedikit kerepotan karena harus dicuci setelah dipakai. Beda halnya saat masih menggunakan sedotan plastik setelah pemakaian langsung dibuang. Namun akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya.

Selain lebih ramah lingkungan, sedotan ini juga dinilai lebih awet dan dapat digunakan secara berulang-ulang tanpa mempengaruhi kualitas sajian. “Dengan cara ini lebih ramah lingkungan. Jadi aku enggak merasa bersalah sama lingkungan,” terangnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *