MEDIA INTERNET PENGARUHI PERUBAHAN POLA TRAVELLING

Buletindewata.com, Denpasar.

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi memicu wisatawan cenderung memilih menggunakan cara digital dalam melakukan perjalanan wisata (traveling). Saat ini sebagian besar atau sekitar 63 persen wisatawan yang berwisata ke Bali menggunakan pola traveling digital atau melalui media internet dalam mempersiapkan berbagai keperluan selama perjalanan. Termasuk membeli tiket pesawat, pemesanan kamar hotel, pencarian lokasi, informasi event wisata, kuliner dan hal-menarik di kawasan yang dikunjungi dan lainnya.

Perubahan pola traveling dari konvensional ke digital tersebut, membuat pelaku industri pariwisata di Bali semakin menggenjot pemasaran/promosi event-event pariwisata yang digelar di Pulau Dewata melalui media digital. Demikian disampikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana di Denpasar beberapa hari lalu.

Dia mengatakan, jika saat ini GIPI/Bali Tourism Board (BTB) telah menyaring beberapa festival pariwisata yang berkualitas di Bali. Saat ini ada sekitar 81 event festival pariwisata diselenggarakan di Bali. Namun tidak semua festival tersebut berjalan efektif bahkan penyelenggaraannya pun tidak rutin kadang ditunda. Setelah dilakukan penilaian hanya 18 festival yang masuk kategori bermutu dan berkualitas.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Agung ini, 18 festival itu dimasukkan ke dalam Bali Best Tourism Festival 2017 yang dipromosikan secara digital melalui website perusahaan-perusahaan baik hotel/travel agent dan lainnya. “Dari sisi kualitas kita saring saling menjadi 18 festival. Itu ada tim korasinya. Tim korasi yang menentukan salah satu kriterianya adalah event ini tidak pernah cancel. Tetap rutin digelar sesuai jadwal. Minimum penyelenggaraannya sudah 10 tahun atau 10 kali,” bebernya.

Bali Best Tourism Festival 2017 ini kata dia untuk memudahkan pelaku industri pariwisata dalam memberikan informasi event-event festival yang berlangsung di Bali jika ada wisatawan yang menanyakan terkait festival tersebut. “BTB menyaring lagi festival ini bahwa festival tersebut benar-benar berkualitas salah satunya Jazz Festival di Ubud, Ubud Food Festival, Sanur Festival. Kita akan link-kan disemua website perusahaan-perusahaan, stakeholder BTB untuk memudahkan promosi. Sekarang kan zamannya promosi digital less/no paper. Jadi kita inginnya semuanya digital. Dari Maret sudah dilakukan,” terang Gus Agung.

Pihaknya menyatakan, tidak hanya festival saja, desa wisata dan Daya Tarik Wisata (DTW) berkualitas di Bali pun akan dipromosikan BTB kepada calon wisatawan melalui digital. Sebab Gus Agung meyakini dengan cara menawarkan dan mengkemas event yang menarik akan mampu menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. “Salah satu cara untuk menarik orang datang ke Bali ya bikin sesuatu yang menarik,” cetusnya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *