WISATA HIBURAN KARAOKE DIMINATI TURIS TIONGKOK

20161219_120232

Buletindewata.com, Badung.

– Sebagai salah satu destinasi wisata internasional, Pulau Bali menyediakan beragam aktivitas diantaranya wisata bahari, budaya, sport, alam dan wisata hiburan. Tersedianya berbagai pilihan atraksi wisata ini diyakini mampu menghindari kejenuhan wisatawan yang telah datang ke Bali berulang kali. Sebut saja aktivitas wisata hiburan ini kerap mampu menarik turis untuk datang ke Bali.

Salah seorang pelaku industri wisata hiburan karaoke di Bali, George Alexander mengatakan pesatnya pertumbuhan pariwisata juga berimbas pada okupansi tempat wisata hiburan. Apalagi jika musim liburan seperti Natal dan Tahun Baru per harinya wisatawan yang berkunjung meningkat hingga 20 persen dari hari biasa.

“Liburan sudah pasti semua orang ingin datang ke Bali. Pasti kita dapat jatah dari musim liburan. Kita pasti dapat juga peningkatan wisatawan,” ucap George, Managing Direktur Grahadi Bali
disela-sela perayaan HUT ke-19 Grahadi Bali yang dimeriahkan dengan lagu genjek dan tarian serta pargelaran tari kecak di Badung, Senin (19/12).

Wisatawan yang biasanya melakukan aktivitas karaoke disebutkan George sekitar 30 persen adalah dari mancanegara terutama asal Tiongkok, Korea, Taiwan dan Jepang. Sedangkan 20 persennya wisatawan domestik dan 50 persen warga lokal Bali. “Sekarang ini untuk asing market China (Tiongkok) yang mendominasi. Dari tahun 2011 sudah mulai terlihat ada kenaikan kunjungan wisatawan China ke Grahadi Bali,” sebutnya.

Menurutnya, dunia pariwisata tak bisa lepas dari industri hiburan, hotel dan restoran. Hal ini juga yang membuat industri hiburan di Bali terus tumbuh dan berkembang. “Kami tetap komit untuk mendukung pariwisata Bali. Ini menjadi kebanggaan buat kami bisa menjadi bagian dari pariwisata Bali,” ujarnya.

Namun pihaknya pun mengakui jika bisnis hiburan tidak selalu tumbuh positif, kondisi ekonomi sangat berpengaruh dengan ramainya kunjungan. Sejak awal tahun 2016 jumlah kunjungan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata jumlah tamu yang datang tiap hari mencapai 200 orang atau sekitar 6.000 orang per bulan. “Hingga Oktober 2016 okupansi agak drop, namun pada akhir tahun ini sudah mulai naik diangka 80 persen. Kita optimis pada 2017 ini bisnis hiburan akan kembali membaik,” terangnya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *