TIAP TAHUN PENGGUNA SUPER CAR DI BALI MENINGKAT

20120905_lambobali-08

Buletindewata.com, Denpasar.

– Bali sebagai salah tujuan destinasi internasional tidak saja menjadikan Pulau Bali sebagai daerah pariwisata yang mahal, tetapi juga menjadikan Pulau Bali sebagai Pulau Bali sebagai tempat tinggal bagi banyak kalangan kelas atas yang berasal dari seluruh dunia. Karena itulah, gaya hidup di Bali sangat dipengaruhi oleh trend gaya hidup masyarakat kelas atas ini.

Salah satunya adalah trend penggunaan mobil, meskipun minat masyarakat terhadap mobil di Bali lebih cenderung untuk menggunakan mobil jenis city car ataupun MPV karena melihat pad afungsi dan efisiensinya, namun bagi sebagian kalangan masyarakat Bali, penggunaan mobil juga menjadi representasi dari gaya hidup kalangan kelas atas.

Salah satunya adalah penggunaan supercar oleh beberapa kalangan kelas atas di Bali, sehingga pertumbuhan supercar di Bali setiap tahunnya mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seperti yang diungkapkan CEO Lamborghini Indonesia, Johnson Yaptonaga beberapa waktu lalu di Nusa Dua.

Menurut lelaki berwajah oriental ini, untuk saat ini pengguna supercar di Bali cukup banyak, hal ini karena minat masyarakat Bali terhadap supercar ini cukup besar. “Untuk tahun 2016, pengguna supercar di Bali sekitar 100 an orang, sedangkan untuk pengguna Lambhorgini sendiri ada sekitar 15 unit, yang dimiliki oleh perorangan,” jelasnya.

Dengan jumlah tersebut, Johnson mengungkapkan pertumbuhan pengguna supercar di Bali sejak dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan. Selain gaya hidup, faktor lain yang menyebabkan adanya peningkatan adalah kondisi perekonomian di Bali yang diakuinya relatif stabil, sehingga menyebabkan daya beli masyarakat Bali terhadap barang mewah mengalami peningkatan.

Untuk kedepannya, Johnson optimis jika pasar supercar di Bali akan mengalami peningkatan mengingat kondisi perekonomian Bali yang tidak terpengaruh oleh perekonomian global. “Untuk kedepannya, kami optimis, pasar supercar di Bali meningkat hingga 20 persen, ini karena pasar di Bali cukup unik,” ungkapnya.

Meskipun pasar supercar di Bali dinyatakan mengalami peningkatan yang signifikan, pendapat berbeda dinyatakan oleh Kepala Cabang Astra BMW Bali Raditia Dharmalingga, menurut Lingga, selama tahun 2016 kondisi pasar supercar di Bali justru mengalami penurunan.

Penurunan ini dikatakan Lingga tidak saja dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, namun penurunan minat masyarakat untuk membeli supercar lebih cenderung disebabkan oleh adanya pengetatan peraturan yang ditetapkan oleh Kantor Pajak mengenai konsumsi barang mewah di Bali. “Kalau faktor Ekonomi saya rasa tidak membawa dampak yang signifikan, karena pasar Bali cukup unik, namun penurunan ini lebih cenderung disebabkan oleh adanya pengetatan peraturan kepemilikan barang mewah oleh Kantor Pajak, sehingga pelanggan yang sudah pasti membeli memilih untuk membatalkan pesanannya,” paparnya.

Untuk penjualan, Lingga menyebutkan jika memasuki akhir tahun 2016 angka penjualan produk mobil premium di Bali memang mengalami peningkatan sekitar 30 persen dibandingkan dengan periode di awal tahun 2016.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *