Pembukaan Nusa Penida Festival 2019 Diawali Ritual dan Tarian Sakral

Pembukaan Nusa Penida Festival 2019 Diawali Ritual dan Tarian Sakral

Buletin Dewata, Klungkung.

Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menggelar Nusa Penida Festival (NPF) ke-5 tahun 2019. Mengusung tema “The Blue Paradise Island”, festival dibuka Gubernur Bali, Wayan Koster di Pelabuhan Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa penida, Klungkung, Minggu (6/10).

Tak hanya menyuguhkan keindahan alam, NPF 2019 juga menampilkan atraksi seni budaya, salah satunya adalah tarian sakral Rejang Renteng yang dibawakan oleh seribu penari untuk mengiringi ritual Upacara Wisudha Gumi dan Ngrarung Pakelem yang dilakukan sebelum pembukaan festival dimulai. Upacara ini bertujuan untuk memohon keselamatan serta membersihkan alam beserta isinya.

“Kita tahu bahwa laut adalah sumber kehidupan, maka kita selalu mengaturkan pekelem (upacara) yang disertai dengan tari sakral.Ini merupakan persembahan kepada penguasa alam agar kita diberikan kekuatan,” ujar Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta seraya menjelaskan bahwa Festival Nusa Penida merupakan kegiatan tahunan yang terselenggarakan sejak tahun 2014.

Pembukaan Nusa Penida Festival 2019 Diawali Ritual dan Tarian Sakral
Foto : Pembukaan Nusa Penida Festival 2019 ditandai dengan pemukulan kentongan.

Tenaga Ahli Bidang Pariwisata Kemenpar Prof. Gde Pitana menyampaikan festival merupakan even yang signifikan untuk mempromisikan pariwisata, untuk itu harus digelar secara rutin dari tahun ke tahun. “Nusa Penida merupakan growing destination yang sangat pesat pertumbuhannya dan sudah terkenal di kalangan pariwisata sebagai The Blue Paradise. Untuk itu, patut didukung pengembangannya, namun harus tetap hati-hati, dan menggunakan perencanaan yang matang terhadap pengembangan wisata Nusa Penida,” ujarnya.

Sementara Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan, NPF 2019 hendaknya menjadi ajang untuk mempererat rasa persaudaraan masyarakat di Kabupaten Klungkung, khususnya Kecamatan Nusa Penida. Festival ini diharapkan bisa menarik kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Nusa Penida.

“Di Nusa Penida banyak pura, ini bisa dikemas menjadi wisata religi. Dengan kelebihan yang dimiliki daerah ini akan menjadi magnet bagi para wisatawan. Sangat potensial sebagai sumber penghasil PAD baru bagi Klungkung, sehingga akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Wayan Koster.

Rangkaian agenda kegiatan di Nusa Penida Festival berlangsung selama 4 hari, mulai 5 – 8 oktober 2019. Selain keindahan alam, pentas seni dan budaya serta pertunjukan musik dengan penampilan artis lokal dan nasional turut memeriahkan festival yang digelar di Pulau Nusa Penida.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *