Tabanan Light Festival Sulap Lahan Pekarangan Jadi Tempat Wisata

Tabanan Light Festival Sulap Lahan Pekarangan Jadi Tempat Wisata

Buletin Dewata, Tabanan.

Terinspirasi dari Nusa Dua Light Festival, Masyarakat Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, membuat sebuah festival yang bertajuk Tabanan Light Festival. Menghadirkan sejumlah tempat selfie bernuansa hiasan lampu, Tabanan Light Festival diselenggarakan mulai 20 Juli sampai 17 Agustus 2019 di Objek Wisata Taman Tanah Pegat di Desa Gubug, Tabanan.

Memanfaatkan karang teba, daerah belakang rumah lapang yang seringkali dipakai sebagai tempat pembuangan sampah. Areal tersebut disulap menjadi lokasi Tabanan Light Festival. Penggagas Objek Wisata Tanah Pegat I Gusti Putu Susila, mengatakan festival yang dibuat ini bekerja sama dengan pihak adat dan krama Banjar Tanah Pegat. Festival ini bertujuan menjaring pengunjung lokal Desa atau Kecamatan. “Kami tidak menutup kemungkinan dan sangat terbuka atas kunjungan dari masyarakat lainnya di luar Kecamatan, bahkan dari kabuppaten lain,’ ujarnya.

Meskipun baru pertama kalinya dilaksanakan ditargetkan jumlah kunjungan mencapai 15 ribu selama festival sebulan. “Kunjungan ke Taman Tanah Pegat selama ini stabil. Hari biasa pengunjung mencapai 30 orang per hari, sedangkan saat akhir pekan 100 orang per hari. Jadi kami menarget kunjungan selama festival 15 ribu orang,” imbuhnya.

Wakil Bupati Tabanan, Komang Sanjaya yang tirut hadir saat pembukaan Tabanan Light Festival, Sabtu (20/7) sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia bahkan terkejut melihat konsep dan keindahan yan ditampilkan. “Ini merupakan surprise. Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap gagasan masyarakat kita yang membuat pertunjukan yang sangat spektakuler ini. Biasanya Teba itu di Bali adalah tempat membuang sampah atau sesuatu yang tidak bagus. Namun ini dijadikan suatu ikon, sehingga Teba menjadi bersih dan berimbas juga pada kebersihan sungai serta menghasilkan,” ungkap Sanjaya.

Festival akan dimeriahkan dengan stand kuliner dan berbagai hiburan antara band lokal yang tampil di atas panggung terapung Sungai Yeh Ho dan di bawah tegalan tanaman bambu. Selama festival, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 15 ribu per orang pada hari biasa per orang, sedangkan saat akhir saat tarif Rp 20 ribu per orang, anak – anak usia tiga tahun kebawah tidak dipungut biaya. Tabanan Light Festival dibuka mulai pukil 16.00 Wita sampai 22.00 Wita.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *