Festival Budaya Bahari ke-2 Tahun 2019 “Keep The Ocean Clean” Dibuka Wabup Suiasa

Festival Budaya Bahari ke-2 Tahun 2019 "Keep The Ocean Clean" Dibuka Wabup Suiasa.jpg
Foto : Tari Nelayan memeriahkan pembukaan Festival Budaya Bahari ke-2 tahun 2019 di Kuta, Sabtu (29/6).

Buletin Dewata, Badung.

Pemerintah Kabupaten Badung menyelenggarakan Festival Budaya Bahari Badung 2019 sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata khususnya wisata bahari. Festival Bahari dibuka resmi Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bertempat di belakang Discovery Shopping Mall, Kuta.

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dalam sambutannya menyampaikan bahwa festival bahari merupakan salah satu dari tiga ikon event festival besar tahunan yang dikemas Pemerintah Kabupaten Badung. Wilayah Badung yang terbagi menjadi tiga memiliki potensi dan keunggulannya masing – masing. Badung utara dengan potensi pertanian, Badung tengah merupakan pusat pemerintahan, pusat seni budaya, dan Badung Selatan dengan potensi laut dan pantainya.

“Festival budaya Bahari ini merupakan suatu upaya yang sangat strategis untuk mengembangkan sektor pariwisata bahari sesuai dengan potensi yang kami miliki di wilayah Badung Selatan. “Untuk di Selatan, sesuai dengan potensi dominan alam disini yaitu bentangan laut dan pantai oleh karena itu kami menyelenggarakan Festival Budaya Bahari untuk memaksimalkan potensi alam tersebut dan mengenalkannya kepada wisatawan,” ujar Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat pembukaan festival tersebut di Kuta, Sabtu (29/6).

Festival Budaya Bahari ke-2 Tahun 2019 Keep The Ocean Clean Dibuka Wabup Suiasa.jpg
Foto : Festival Budaya Bahari 2019 dibuka Wabup Badung I Ketut Suiasa didampingi Kadisparda Badung Made Badra (tengah).

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, mengatakan pihaknya akan terus mendorong upaya peningkatan kunjungan wisatawan, salah satunya melalui festival yang menggambarkan segala potensi kelautan dan perikanan Badung. “Meningkatkan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyaraka, salah satunya melalui festival yang menggambarkan segala potensi kelautan dan perikanan Badung,” ujar Made Badra yang juga selaku ketua panitia festival.

Mengangkat tema “Keep The Ocean Clean” Festival Budaya Bahari mengajak seluruh pihak untuk mengurangi sampah plastik dan melindungi alam dengan cara tidak membuang sampah ke laut. “Kalau laut kotor orang akan malas berkunjung, sebaliknya kalau bersih dapat menjadi daya tarik dan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan,” imbuh Badra.

Dijelaskan Made Badra, rangkaian Festival Budaya Bahari 2019 telah dimulai sejak 23 Mei 2019 lalu, melalaui Festival Seni Pantai Berawa dan akan berlangsung hingga bulan November 2019 nanti. Pembukaan Festival ini akan diadakan diikuti dengan Festival Perahu Naga yang diselenggarakan di Kuta pada bulan Agustus, Festival Pantai Legian pada bulan September, Festival Uluwatu pada bulan Oktober, Fishing Tournament pada bulan November, serta Beach Soccer dan Surfing International Competition.

Dihadiri tokoh masyarakat Kuta, Sekda Badung, anggota DPRD Badung serta wisatawan, pembukaan festival Bahari yang ke-2 tahun 2019 dimeriahkan dengan pementasan atraksi seni dan budaya antara lain Tari Nelayan yang ditarikan 100 orang siswa pelajar SMP di Kuta, fashion show Jegeg Bagus Badung, fire dance, sempadug dance dan lainnya. Berbagai peralatan tradisional para nelayan menangkap ikan juga turut dipamerkan dalam festival ini. (blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *