Ubud Royal Week End Dorong Lahirkan Pengusaha Muda Kreatif dan Berbudaya dari Bali

0
Ubud Royal Week End Dorong Lahirkan Pengusaha Muda Kreatif dan Berbudaya dari Bali
Foto : Pembukaan Ubud Royal Week End di Puri Agung Ubud, Jumat (3/5).

Buletin Dewata, Gianyar.

Mengusung tema “Culture, Enterpreneur and Tourism” diharapkan Ubud Royal Week End ke-6 yang berlangsung dari 2-5 Mei 2019, bisa tercetak para entrepreneur muda yang kreatif, inovatif dan berbudaya yang berguna bagi kelangsungan pariwisata.Demikian harapan Wagub Bali Cok Ace saat menhadiri acara pembukaan Ubud Royal Week End di Puri Agung Ubud, Gianyar, Jumat (3/5) malam.

Menurut Wagub Cok Ace budaya, entrepreneur dan tourism dapat dijalankan dengan seirama untuk mendorong pembangunan dan mensejahterahkan masyarakat.“Kita berangkat dari budaya, kita harus gali budaya dan melindunginya. Salah satu upaya pelindungan dapat dilakukan dengan jalan enterpreneur. Kita tontonkan kebudayaan agar menjadi salah satu komiditi yang bisa mensejahterakan masyarakat, karena kebudayaan yang diam di tempat bisa menjadi beban untuk masyarakat. Terakhir adalah Tourism, karena bagaimanapun pariwisata menjadi ujung tombak kita. Mari kita jalankan ketiganya dengan seirama,” ujarnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementrian Pariwisata RI, Prof. Gede Pitana menilai perhelatan even-even budaya merupakan cara yang ampuh untuk mempromosikan sebuah destinasi pariwisata. “Saya harap hal seperti ini bisa ditularkan ke daerah lain. Sehingga promosi pariwisata RI bisa merata,” jelasnya seraya mengaku tahun depan akan mengajak para Kepala Dinas Pariwisata seluruh Indonesia menghadiri Ubud Royal Week End, sehingga bisa mencontohnya.

Ia menambahkan, bahwa UU No.11 tahun 2010 tentang cagar budaya dan UU No.5 tahun 2017 tentang perlindungan budaya, keduanya mengamanatkan agar upaya pelestarian kebudayaan bisa mensejahterakan masyarakat. Dan untuk itu, Ubud telah lama mengaplikasikannya. “Banyak kegiatan kebudayaan yang dilakukan di Ubud yang ternyata secara tidak langsung telah memberikan manfaat terutama dalam segi ekonomi untuk masyarakatnya,” tandas Pitana.

Hermawan Kartajaya selaku penggagas acara juga mengakui bahwa usaha promosi yang sekaligus untuk melindungi kebudayaan Bali telah berhasil dilakukan oleh Penglingsir Puri Ubud selama berpuluh-puluh tahun. Menurutnya promosi penting dilakukan untuk mengenalkan kebudayaan kepada masyarakat dunia. “Jangan pandang promosi sebuah dosa dan hal negatif saja. Jika kita lakukan dengan benar maka kita bisa mengenalkan budaya kita ke dunia luar sekaligus berupaya untuk melindungi warisan yang adiluhung ini,” jelasnya.

Ubud Royal Week End di Puri Agung Ubud, Gianyar diisi dengan kegiatan diskusi, seminar dan workshop tentang enterpreneur dengan menghadirkan para pembicara yang merupakan pengusaha sukses. “Pada malam hari kami hadirkan berbagai pertunjukan kesenian beserta booth dari para pengusaha muda di Ubud dan sekitarnya,” terang Ketua Panitia Cokorda Gede Ichiro Sukawati.(rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here