Tarik Wisatawan Promosi Pariwisata Sumba Barat Dipamerkan di Bali

0
Tarik Wisatawan Promosi Pariwisata Sumba Barat Dipamerkan di Bali
Foto : Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Anisa Umar ditemui saat pameran di Levek 21 Mall Denpasar, Kamis (22/11).

Buletin Dewata, Denpasar.

Sejumlah produk kerajinan tradisional dan atraksi yang menjadi potensi wisata Nusa Tenggara Timur disuguhkan kepada para pengunjung pusat perbelanjaan di Kota Denpasar. Promosi pariwisata yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat di Denpasar berlangsung dari 22-25 November 2018 untuk menyasar kunjungan turis domestik.

Promosi sekaligus pameran pariwisata Kabupaten Sumba Barat kali ini juga melibatkan travel agent setempat untuk bertemu langsung melakukan kerjasama dengan biro perjalanan wisata di Bali untuk menjual paket tur Sumba Barat. “Melalui pertemuan antara travel agent Sumba Barat dengan Bali tentunya untuk mengenalkan destinasi kami agar ada kerjasama membawa tamu/wisatawan ke Sumba,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Barat, Anisa Umar ditemui saat pameran di Levek 21 Mall Denpasar, Kamis (22/11).

Dikatakan, di Kabupaten Sumba terdapat 3 atraksi utama yang ditawarkan kepada para wisatawan, diantaranya keindahan alamnya seperti pantai, air terjun, pemandangan lembah/perbukitan dan budaya. Masyarakat di Sumba Barat memiliki budaya yang unik dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Penduduk setempat masih mempertahankan kepercayaan tradisional (Marapu) yang tidak terkena pengaruh agama dari luar. “Agama tradisional Mangapu itu adalah basic dari budaya Sumba. Selain itu nuansa di dalam kota juga sangat berbeda,” ujar Anisa

Hal itu dikarenakan, di tengah Kota Waikabubak yang merupakan ibu kota Sumba Barat tersebut berdiri sebuah kampung tradisional bernama Kampung Praiijing. “Kalau ke Sumba mulai dari kota kabupatennya saja nuansanya sudah terasa. Kota kami unik yakni antara  modern dan trandisional berdampingan. Di tengah kota ada kampung yang masih tradisional. Dimana masyarakatnya juga hidup secara tradisional,” imbuhnya.

Di daerah itu disebutkan Anisa juga memiliki atraksi berupa upacara adat tradisional yang unik bahkan bisa dibilang satu-satunya di dunia yakni Pasola. Upacara ini adalah perang adat antar kelompok berkuda dan saling melempar tombak kayu yang diceritakan berdasarkan kisah cinta segitiga. Pasola biasanya berlangsung pada Februari-Maret di tiga titik lokasi berbeda. “Pasola ini yang menjadi atraksi utama dan mampu menarik minat wisatawan ke Sumba Barat,” ujar Anisa.

Menurutnya, pemerintah setempat beserta industri telah melakukan pengembangan fasilitas pariwisata seperti hotel dan resort terbaik di dunia, rumah makan serta cafe, sedangkan penunjang lainnya masih dalam proses. Terkait kunjungan wisatawan di Sumba Barat pada periode Januari-Oktober 2018 mencapai 70 ribu turis mancanegara. Jumlah itu meningkat hampir 100 persen dibandingkan kunjungan 2-3 tahun sebelumnya. “Bahkan kunjungan wisatawan domestik juga banyak. Kami pun menyasar kedatangan turis domestik, makanya promosi di sini (Denpasar),” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here