Festival Asparagus di Gelar Kembali di desa Pelaga Petang Badung

0

Festival Asparagus di Gelar Kembali di desa Pelaga Petang Badung

Buletindewata.com, Badung.

Guna lebih mensosialisasikan kepada masyarakat luas mengenai keberadaan asparagus di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kapupaten Badung menyelenggarakan festival asparagus yang ke-3 tahun 2018. Festival ini di buka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa, di SMKN 1 Petang, Selasa (5/6).

Dalam sambutannya panitia penyelenggara festival, Drs. I ketut karpiana, MM, yang juga Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung menyampaikan bahwa keberadaan asparagus di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung adalah guna lebih mendorong para petani untuk lebih meningkatkan produksi baik secara kuantitas maupun kualitas, serta untuk menjaga kesinambungan program one village one product (OVOP) melalui koperasi.

Dijelaskan, program OVOP ini sudah berjalan dari tahun 2010 dengan bantuan dan kerja sama dari International Coorporation and Development Fund (ICDF) beserta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Jumlah lahan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dimana hingga saat ini sudah mencapai 60 ha yang sudah menghasilkan dari segi produksi. Pasca berakhirnya kerja sama dengan ICDF tahun 2015, petani sudah menerima pendidikan dan pelatihan dari ICDF.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus mengembangkan asparagus dengan pola OVOP serta membantu bibit asparagus dengan membeli dari Amerika serta peralatan lainnya. Untuk keberlanjutan program OVOP asparagus ini, secara simultan menurutnya anggota koperasi terus bertambah, dimana sampai saat ini ada 122 orang dan calon anggota 92 orang telah menanam asparagus.

Sementara itu Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa mengatakan bahwa festival ini tidak cukup menampilkan dan memperagakan hasil olahan dan produksi dari pertanian asparagus, namun lebih dari itu festival ini dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap sejauh mana usaha dan kemampuan yang telah dilakukan untuk kesuksesan pengelolaan asparagus di Kecamatan Petang, Badung.

“Nah inilah yang perlu saya dorong kepada kadis dan jajarannya semua, sehingga kita tidak cukup hanya duduk disini, kita minum, menikmati olahan yang berbahan dari asparagus, tapi justru kita berpikir long term kedepan, bagaimana dalam rangka untuk merubah paradigma petani kita.

Pada kesempatan  ini, Sekda Badung mengharapkan pula festival asparagus yang digelar dapat memotivasi generasi muda khususnya untuk mau menjadi petani. “Jangan sampai paradigma lama mengatakan bahwa orang hanya bisa hidup jika menjadi pegawai negeri, padahal menjadi petani dengan memanfaatkan potensi lokal bisa menjadi usaha starategis yang luar biasa. Saya senang sekali dengan festival ini, saya berkeinginan munculnya entrepreneur muda yang berbasis pertanian di desa pelaga ini. Kalo itu sampai terjadi maka saya yakin tidak banyak orang plaga ini mau jadi pns memakai baju cokelat,” pungkasnya.

Festival Asparagus di Gelar Kembali di desa Pelaga Petang Badung

Rangkaian acara festival asparagus di isi dengan lomba masak asparagus diikuti peserta dari istri petani dan siswa smk se kabupaten badung. dilanjutkan lomba duta asparagus (pemilihan putra putri asparagus) yang diikuti para siswa siswi SMK se-Kabupaten Badung. serta lomba asparagus jumbo dan lomba produktifitas asparagus, yang peserta merupakan perwakilan petani dari masing-masing banjar di Desa Pelaga dan Desa Belok,Sidan.

Usai mendapat penilaian, dilakukan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta penghargaan kepada buyer. Masing-masing pemenang lomba mendapat sertifikat dan hadiah uang tunai. Juara I berhak atas uang tunai sebesar Rp 3.000.000, juara II sebesar Rp. 2.500.000, dan juara ke III sebesar Rp. 2.000.000.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here