PASAR MAJELANGU DESA ADAT TUBAN DI GELAR USAI NYEPI

PASAR MAJELANGU DESA ADAT TUBAN DI GELAR USAI NYEPI

Buletindewata.com, Badung.

Sehari usai pelaksanaan Nyepi, Desa Adat Tuban Kabupaten Badung menggelar pasar majelangu yang ke-3 di desa setempat (18/3). Pasar Majelangu di isi berbagai hiburan dan tradisi med-medan, yang bertujuan untuk mejalin kebersamaan dan rasa syukur kepada Ida Hyang Widhi Wasa.

Bendesa Adat Tuban, Wayan Mendra mengatakan, Pasar Majelangu merupakan tradisi kegiatan rutin di desa adat Tuban yang di gelar setelah hari suci Nyepi. Pasar  Majelangu di mulai sejak pagi hari hingga malam. Terdapat ratusan stand yang didirikan warga desa Tuban di sepanjang jalan raya Tuban, mulai dari patung kuda didekat Bandara Ngurah Rai hingga ke utara ke arah jalan raya Kuta. Di stand ini para pedahang menjual aneka busana, makanan, maupun mainan anak anak, berdiri .

Tak hanya dipadati masyarakat setempat, Pasar Majelangu ini juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Wayan Mendra, menyampaikan, Pasar Majelangu di gelar tepat di hari Ngembak Geni, seusai Nyepi ini tidak berorientasi pada keuntugan semata, tetapi juga sebagai wadah untuk mendekatkan kembali hubungan jalinan kekeluargaan dan toleransi antar warga dalam membangun desa adat tuban lebih maju kedepan nya.

“Pasar Majelangu ini diadakan lebih sebagai ajang silaturahmi dan simakrama antar warga desa Tuban yang heterogen, di mana warga disini tidak hanya  berasal dari agama hindu saja, tetapi agama islam dan agama lainnya”, ujarnya.

PASAR MAJELANGU DESA ADAT TUBAN DI GELAR USAI NYEPIPasar majelangu yang digelar sehari penuh ini, di buka dengan tradisi med-medan atau tarik tambang. Med-Medan diadakan di depan panggung utama Pasar Majelangu, di ikuti puluhan ibu-ibu PKK dan Sekehe Teruna Teruni (STT) desa adat Tuban yang berlangsung meriah. Tradisi Med-Medan pada awalnya menggunakan akar pohon beringin, namun lantaran sulit mendapatkan akar dari tersebut, maka kini mengunakan tali tambang yang dililitkan dengan beberapa utas akar beringin.

Selain tradisi Med-Medan ini, untuk menambah kesemarakan dan kemeriahan, Pasar Majelangu juga di isi dengan pementasan hiburan berupa tari-tarian, drumd band, seni tabuh, musik serta lawak Bondres di malam harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *