LEGIAN BEACH FESTIVAL (LBF) 2017 JADI AJANG SENI DAN BUDAYA DESA ADAT LEGIAN

Buletindewata.com, Badung.

Desa adat memiliki potensi untuk menarik kunjungan wisatawan ke qBali. Untuk itu potensi wisata desa adat di Bali harus dipertahankan, dikembangkan dan dilestarikan. Disinilah akan terlihat karakter masyarakat adat Bali yang berbudaya yang akan menjadi daya tarik pendukung kepariwisataan Bali kedepan.

Ketika ditemui di Legian (12/9) Bendesa Adat Legian I Gusti Ngurah Sudiarsa mengatakan banyak wisatawan yang datang ke Bali ingin mengetahui aktivitas budaya masyarakat Bali secara langsung. Oleh karena itu keberadaan desa adat sangat berpotensi dalam menarik kunjungan wisatawan datang ke Bali. Desa Adat Legian yang menjadi salah satu obyek kawasan pariwisata di Bali senantiasa berupaya menjaga kelestarian tradisi adat istiadatnya. Sebagai ajang evaluasi dan tolak ukur pembenahan terhadap obyek, lingkungan dan tatanan budaya masyarakatnya maka Desa Adat Legian berupaya melaksanakan kegiatan tahunan berupa festival seni budaya, Legian Beach Festival  (LBF) yang akan kembali digelar pada 11 hingga 15 Oktober 2017 bertempat di kawasan pantai Legian.

“Disini wisatawan tidak hanya dapat mengenal Legian dari keindahan pantainya saja, namun dapat juga mengetahui berbagai aktivitas seni dan budaya dari warga Adat Legian yang tetap terjaga lestari ditengah dunia kepariwisataan. Melalui penataan sistem yang ada maka adat budaya dan bisnis dapat berjalan seiring di Desa Adat Legian”, ujar Sudiarsa.

Didampingi Sekretaris Desa Adat Legian, I Gusti Ngurah Sudiarsa menerangkan bahwa Kedepan pihaknya ingin membangun sanggar budaya yang dapat mewadahi semua aktivitas senian dan budaya di Desa Adat Legian dan Badan Pengelola Aset Desa.

Sementara itu, I Nyoman Sarjana selaku ketua Legian Beach Festival (LBF) optimis bahwa event tahunan ini akan berjalan dengan sukses meski waktu persiapannya sangat terbatas. Berbeda dengan festival lainnya pada setiap pelaksanaannya LBF memberikan peluang dan kesempatan bagi sektor pariwisata di kabupaten maupun provinsi lain di Indonesia untuk turut mempromosikan aset pariwisata yang dimilikinya.

“Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa Legian Beach Festival akan kembali di gelar pada11 sampai 15 Oktober, dan mudah – mudahan ini bisa kembali dalam situasi yang kondusif dan aman sehingga legian tetap di promosikan kemudian provinsi dan kabupaten luar Bali juga bisa dipromosikan, karena Legian Beach Festival mempunyai ciri khas yang berbeda dengan festival lain dimana provinsi dan kabupaten luar Bali yang ada di seluruh Indonesia berpotensi mengadakan promosi ke Legian ini” ujar Sarjana.

Lebih lanjut Sarjana menerangkan bahwa promosi pariwisata, seni dan budaya melalui LBF ini memiliki beberapa keuntungan antara lain setiap potensi seni yang dimiliki dapat ditampilkan melalui panggung seni yang telah disiapkan dan barang seni yang menjadi andalan suatu daerah dapat dipamerkan melalui stand yang disediakan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *