2019, Nilai Investasi Akseleran Tumbuh 522% di Bali

2019, Nilai Investasi Akseleran Tumbuh 522% di Bali

Buletin Dewata, Denpasar.

Sepanjang tahun 2019, Fintech Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran sukses meraup total nilai investasi sebesar Rp3,8 miliar di Provinsi Bali, atau tumbuh hingga 522% dibandingkan periode tahun 2018. Raihan nilai investasi dari Pulau Dewata tersebut, tercatat berasal dari sekitar 250 pemberi dana pinjaman (lender) sektor retail atau perorangan dan sebagai provinsi tertinggi Akseleran yang ke-13 secara nasional.

Mikhail Tambunan, Chief Financial Officer & Co-Founder Akseleran, mengatakan jika bicara data statistik sepanjang tahun lalu maka Bali termasuk salah satu provinsi dengan tingkat pertumbuhan yang siginifikan dibandingkan provinsi lainnya. Hal ini, katanya, sejalan dengan jumlah lender retail atau perorangan dari Bali yang terus bertambah, yakni tumbuh sekitar 150%.

“Ini merupakan pencapaian positif bagi Akseleran di Bali yang di akhir tahun berhasil memperoleh izin usaha final dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tingkat pertumbuhan di Bali tentu menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat setempat kepada Akseleran sebagai layanan P2P Lending yang mampu menjadi alternatif investasi yang aman, mudah, dan menguntungkan dalam mengembangkan dana mereka di luar produk-produk keuangan konvensional lainnya yang sudah ada selama ini,” ujar Mikhail di Bali, Jumat (10/1/2020).

Untuk tahun 2020, dia mengharapkan, dengan Akseleran tetap fokus menjaga kualitas asetnya dimana tingkat NPL dapat tetap rendah di bawah 1% maka nilai investasi di Bali dapat terus tumbuh sebanyak dua hingga tiga kali lipat. Apalagi, kata Mikhail, masyarakat yang ingin mengembangkan dananya di Akseleran tidak perlu ragu lagi karena hampir seluruh kampanye pinjaman di Akseleran sudah terfasilitasi dengan proteksi asuransi kredit yang saat ini menjamin pengembalian pokok pinjaman hingga 85% jika terjadi keterlambatan pembayaran oleh peminjam (borrower) lebih dari 90 hari.

“Yang menggembirakan adalah kontribusi tertinggi sepanjang 2019 untuk nilai investasi di Bali berasal dari Kabupaten Klungkung sebesar 40%. Menyusul berikutnya adalah Kota Denpasar sebesar 29%, Kabupaten Badung sebesar 17%, dan selebihnya terbagi cukup merata. Sedangkan secara kumulatif, kami berhasil meraih total nilai investasi dari Bali lebih dari Rp5 miliar” terangnya.

Adapun ke-12 provinsi tertinggi lainnya untuk raihan total nilai investasi Akseleran di sepanjang tahun 2019, Mikhail mengungkapkan, posisi pertama masih diduduki oleh DKI Jakarta yang mencapai lebih dari Rp370 miliar. Berikutnya, kata dia, yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

“Tahun 2019, kami berhasil mendapatkan lebih dari 50 ribu lender baru di seluruh Indonesia yang telah memperoleh imbal hasil hingga 21% per tahun dari setiap dana yang mereka investasikan melalui platform Akseleran dimulai dari Rp100 ribu sekaligus untuk mendukung pertumbuhan UKM. Tidak hanya dari sektor retail, saat ini kami pun sudah memiliki total 10 lender yang berasal dari institusi atau perusahaan dimana pada tahun lalu yang terbaru adalah Bank Mandiri, Bank J Trust Indonesia, Credit Saison, Radana Finance, Mandiri Tunas Finance, dan Ciptadana Multifinance melalui kerja sama loan channeling,” tambah Mikhail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *