Pelaku Usaha Ekspor Bali Didorong Manfaatkan Hasil Kesepakatan Dagang Indonesia-Chile (IC-CEPA)

Pelaku Usaha Ekspor Bali Didorong Manfaatkan Hasil Kesepakatan Dagang Indonesia-Chile (IC-CEPA)

Buletin Dewata, Badung.

Memberikan pemahaman tentang tantangan, dan peluang usaha dari hasil perundingan Indonesia – Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan provinsi Bali menggelar roadshow sosialisasi IC-CEPA di Jimbaran, Bali, Jumat (11/10).

Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini sebagai salah satu keynote speaker dalam roadshow kali ini menjelaskan bahwa Perjanjian IC-CEPA telah ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI dan Menteri Luar Negeri Chile pada tanggal 14 Desember 2017 di Santiago. Setelah melalui proses ratifikasi oleh kedua negara, perjanjian IC-CEPA mulai berlaku sejak 10 Agustus 2019.

Melihat cakupan IC-CEPA adalah perdagangan barang yang meliputi aspek non-tarif, prosedur bea cukai dan sebagainya, maka ekspor Indonesia ke negara latin sangat potensial, khususnya untuk produk kerajinan Bali yang sangat diminati. Namun demikian, selama ini potensi tersebut belum tergarap secara optimal.

“IC-CEPA sebagai kerangka perjanjian bilateral untuk membuka akses pasar non-tradisional di kawasan Amerika Latin diharapkan dapat menjadi stimulus bagi kalangan usaha dan masyarakat di Bali untuk memanfaatkan skema preferensial baik dalam perdagangan barang, jasa, ketenagakerjaan, investasi dan kerja sama ekonomi,” terang Ayu Marthini.

Pelaku Usaha Ekspor Bali Didorong Manfaatkan Hasil Kesepakatan Dagang Indonesia-Chile (IC-CEPA)

Ditambahkan, Chile sebagai salah satu pintu masuk ke pasar negara latin memiliki ekonomi yang terbuka dan banyak memiliki perundingan dagang. Melalui kerjasama dengan chile, maka akan membuat produk Indonesia semakin dikenal dan dapat menjadi trend di negara latin. Apalagi Chile merupakan salah satu negara free trader, sehingga hal itu merupakan peluang bagi Indonesia untuk bisa bekerjasama dengan negara latin lainnya.

“Dengan perundingan ini maka barang kita yang masuk kesana (Chile) maka akan menjadi lebih murah. Perjanjian ini memberikan preferensi, dalam artian chile memberikan keistimewaan bagi barang Indonesia, begitu pula sebaliknya. Bagi chile sendiri negara Indonesia merupakan penggerak ekonomi mereka di Asia Tenggara,”paparnya.

Sementara Kadis Perindag Provinsi Bali, Putu Astawa mengucapkan terimakasih kepada Kementrian Perdagangan yang telah membukakan jalan transaksi perdagangan ke Chili. Menurutnya produk Bali memiliki peluang dan potensi ekspor ke Chile, seperti kerajinan, perhiasan, perikanan, buah-buahan, tekstil hingga produk ekonomi kreatif.

“Kendala kita mengenai masih rendahnya kemampuan pelaku usaha kita untuk bisa bertransaksi dengan perdagangan internasional. Melalui ambasador eksportir yang kita bina nantinya, Ini yang perlu diarahkan ,”terang Astawa.

Kegiatan Roadshow ini secara rutin diadakan oleh Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari pemanfaatan berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan berbagai negara mitra. Sebelumnya, telah diadakan Roadshow ke Surabaya (IA-CEPA) dan Makassar (IE-CEPA). Roadshow dihadiri juga Direktur Kepabeanan Internasional Antar Lembaga, Kementerian Keuangan, Syarif Hidayat, dan dihadiri sekitar 100 orang pelaku usaha Bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *