BRI Berikan KUR Nasabah Ultra Mikro di Desa Adat Sidayu Tojan Klungkung

bri-berikan-kur-nasabah-ultra-mikro-di-desa-adat-sidayu-tojan-klungkung
Foto : BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kepada nasabah ultra mikro yang naik kelas di Desa Adat Sidayu Tojan, Klungkung, Bali, Selasa (10/9).

Buletin Dewata, Klungkung.

Upaya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk berperan sebagai agent of development terus dilakukan. Kali ini BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro kepada nasabah ultra mikro yang naik kelas di Desa Adat Sidayu Tojan, Klungkung, Bali, Selasa (10/9). Hadir dalam acara tersebut Menteri BUMN Rini Soemarno beserta Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto.

Pada kesempatan ini, Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto menyerahkan bantuan KUR yang merupakan bentuk sinergi antara Bank BRI bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk meningkatkan kapasitas usaha para pelaku usaha ultra mikro program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) di Bali.

Catur Budi Harto, mengatakan bahwa tidak hanya terbatas pada pemberian kemudahan dalam mengakses pembiayaan KUR Mikro kepada para nasabah, BRI juga memberikan peningkatan pengetahuan pengeloaan keuangan maupun peningkatan hasil produksi dan pemasaran melalui program capacity building yang dilakukan pada Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI.

Dengan KUR bunga ringan sebesar 7 persen dan sistem angsuran jangka panjang akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha ultra mikro Mekaar dalam mengembangkan usahanya. BRI memberikan kemudahan bagi nasabah Mekaar naik kelas yang akan mengajukan pembiayaan dengan syarat mendapatkan rekomendasi dari PNM.

“Itu dalam bentuk KUR bunga 7 persen yang cocok dengan anggota Mekaar karena bunga ringan, dan sistem angsuran jangka panjang,” ujarnya.

Harapannya usaha kecil ini bisa naik kelas. Intinya BRI memberikan kemudahan syarat bagi nasabah Mekaar naik kelas yang akan mengajukan pembiayaan. Syaratnya cukup direkomendasi oleh PNM, memiliki kegiatan usaha, tidak dimintaagunan tambahan, proses cepat dan langsung masuk rekening tabungan.

Bank BUMN ini menargetkan 5.000 Mekaar harus naik kelas. BRI akan membiayai berdasarkan tiga siklus, bisa memperoleh Rp8 juta-Rp10 juta tergantung size dan bisnis. Menurutnya KUR hingga Rp25 juta tidak mensyaratkan jaminan, prinsipnya jujur, disiplin dan keraja keras.

“Tergantung jika mereka layak Rp10 juta atau Rp15 juta akan dibiayai. Intinya mereka harus terikat dengan kelompoknya sehingga pertemuan mingguan tetap ada. Angsuran mereka akan dibuat sama tetapi sebagian ditabung sehingga bisa maju. Orang yang seperti ini usahanya bisa naik kelas,” jelasnya.

BRI Berikan kur Nasabah Ultra Mikro di Desa Adat Sidayu Tojan Klungkung

Selain itu, Bank BRI juga melakukan program clustering dalam mendorong UMKM naik kelas. Tujuan dari clustering yang dilakukan oleh BRI diantaranya membentuk sebuah financial close system, memudahkan akses pasar, promosi dan networking, kemudahan dalam menyediakan off taker serta pembinaan yang lebih terfokus.

“Dengan sinergi ini diharapkan nasabah yang sebelumnya merupakan Mekaar naik kelas dapat terus berkembang usahanya dengan mendapatkan pembiayaan dan pendampingan lanjutan dari Bank BRI,” imbuh Catur.

Sementara, Menteri BUMN Rini Soemarno menyampaikan menyambut positif Mekaar yang naik kelas sehingga bisa mendapatkan pembiayaan dari pihak perbankan dalam bentuk kredit usaha rakyat. Oleh karenanya anggota Mekaar diharapkan terus berusaha dengan jujur, disiplin dan kerja keras sehingga bantuan dana KUR dari BRI bisa untuk memajukan usahanya ke depannya.

“Sangat bangga bisa naik kelas karena mereka akan bisa mendapatkan kredit dengan mudah dan mengembangkan produk,” katanya.

Hingga 31 Agustus 2019, Bank BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat dengan total mencapai Rp.67,6 triliun kepada lebih dari 3,2 Juta debitur di seluruh Indonesia. Apabila ditotal, sejak KUR diluncurkan pada tahun 2015 hingga saat ini jumlah KUR yang telah disalurkan Bank BRI mencapai Rp 303 triliun kepada lebih dari 15,8 juta pelaku UMKM.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *