Turis di Bali Gemar Belanja di Toko Modern, Produk Lokal Dituntut Berkualitas

Turis di Bali Gemar Belanja di Toko Modern, Produk Lokal Dituntut Berkualitas

Buletin Dewata, Denpasar.

Pertumbuhan industri pariwisata Bali yang kian pesat memicu para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) semakin menambah produk yang unik dan berkualitas. Pasalnya, produk-produk UMKM Bali ini dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhan toko-toko modern selain pasar tradisional. Sebab sebagian wisatawan yang berlibur di pulau ini memilih membeli suvenir berupa produk Bali baik itu makanan ringan, kerajinan, kaos Bali, produk spa dan lainnya di toko modern.

Peluang ini pun secara terus menerus diinformasikan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Bali. Demikian disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra di Denpasar.

Pihaknya mengatakan, hal ini untuk mengikuti arahan Gubernur Bali terkait Pergub Nomor 99 tentang Pemanfaatan dan Pemasaran Produk Pertanian Perikanan Industri Lokal untuk hotel swalayan dan catering. “Saat ini kami undang beberapa pelaku usaha toko modern dalam rangka agar UKM Bali produknya dapat menembus pasar swalayan atau pasar modern,” katanya.

Secara umum persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM tersebut adalah melengkapi perizinan, produknya memadai, berkualitas. Sebab pangsa pasar modern adalah sebagian besar wisatawan mancanegara juga domestik. “Ini yang kita dorong. Selama ini produk-produk UMKM yang telah masuk pasar swalayan cukup banyak ada 50 ribu item yang dipasarkan. Kita ingin lebih banyak lagi sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat,” ucap Gede Indra.

Selama ini kendala yang dihadapi pelaku UMKM Bali untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar wisatawan berupa komitmen produksi, kualitas berstandar dan pengemasan bukan lagi dari sisi permodalan. “Ini PR kami ke depan untuk melakukan pendampingan produk-produk UMKM agar sesuai kebutuhan pasar,” imbuhnya.

Sementara itu Store General Manager Transmart, Budiman A. Sinaga menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan space untuk menjual produk oleh-oleh dari 56 UMKM Bali mulai dari kerajinan, spa, makanan dan minuman serta lainnya. “Kita akan mencari lagi produk yang unik agar bisa bersaing dengan market. Hanya produk yang berbeda dan unik yang bisa bertahan,” jelasnya.

Dia menekankan kepada para UMKM supaya semakin berinovasi dalam memproduksi produk, sebab saat ini para wisatawan cenderung lebih tertarik terhadap produk yang berbeda memiliki keunikan tersendiri. “Bagi kami di ritel modern akan sangat mubazir jika itemnya sama dengan packaging yang beda,” cetusnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *