Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Jadi yang Pertama Layani Turkish Airlines

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Jadi yang Pertama Layani Turkish Airlines
Foto : Acara Inagurasi rute Istanbul – Bali dari Turkish Airlines di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Rabu (17/7).

Buletin Dewata, Badung.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali memperoleh kehormatan sebagai bandara internasional pertama yang melayani armada dari Turkish Airlines. Pesawat dengan nomor penerbangan TK-66 tersebut mendarat mulus di runway Bandara Ngurah Rai pada Rabu (17/7) sore pukul 18.46 WITA setelah sebelumnya mengudara dari Bandara Istanbul, Turki, pada pukul 01.53 dini hari waktu setempat di hari yang sama.

Pesawat bertipe Boeing 787-9 atau sering juga disebut sebagai Boeing Dreamliner mengangkut sebanyak 258 penumpang, dengan rincian 250 orang dewasa dan 8 anak-anak. Setibanya di areal kedatangan di Terminal Kedatangan Internasional, penumpang Turkish Airlines disambut meriah denganTarian Sekar Jagad dan pengalungan bunga. Acara penyambutan penumpang atau inaugural flight tersebut, dihadiri perwakilan dari Kemenpar RI, serta dari jajaran pejabat instansi komunitas bandar udara.

Seorang penumpang asal Turki, Asheley, mengaku kagum dengan sambutan yang diberikan. “Sungguh mengagumkan. Ini pertama kalinya saya berada di Bali, dan dari yang saya lihat semuanya tampak indah dan mengagumkan. Mereka sungguh ramah, dan selalu tersenyum. Kami merasa sangat diterima,” ujarnya semringah. Hal senada diutarakan penumpang lain, Maryana. “Saya ke Bali untuk berbisnis. Saat pesawat mendarat dan memasuki gedung terminal, saya merasakan atmosfer yang sangat indah. Saya juga sangat menyukai iringan musik Bali. Sungguh atmosfer yang sangat indah,” ucapnya.

Rute penerbangan langsung atau direct flight dari Istanbul ke Bali, dengan jarak tempuh total kurang lebih sejauh 10.350 km. Berdasarkan jadwal, rute Istanbul – Bali akan dilayani sebanyak 3 kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Rute ini dilayani pesawat dengan nomor penerbangan TK-66, dengan keberangkatan pada pukul 1.30 waktu setempat, dan tiba di Bali pada pukul 19.30 WITA. Setelah mendarat di Bali, pesawat yang sama akan melanjutkan penerbangan kembali ke Istanbul pada pukul 21.00 WITA, menggunakan nomor penerbangan TK-67, dan mendarat di Istanbul pada pukul 05.25 waktu setempat di hari berikutnya. Penerbangan ini juga dijadwalkan terbang setiap hari Rabu, Jum’at, dan Minggu.

“Mewakili manajemen, kami sangat menyambut baik dan sungguh antusias dengan pembukaan rute penerbangan baru dari kawasan Eurasia ini. Dengan dibukanya rute Istanbul – Bali, tidak hanya akan memberikan kemudahan akses menuju Bali bagi wisatawan asal Turki saja, tetapi juga kepada para wisatawan di negara di sekelilingnya,” ujar Herry A.Y. Sikado, yang kembali menjabat sebagai General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Dijelaskan, direct flight dari Istanbul ke Bali tercatat pula sebagai long haul flight atau penerbangan jarak jauh yang dilayani oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini juga menegaskan bahwa secara infrastruktur, Bali Airport telah mampu melayani pesawat berbadan lebar, seperti sebelumnya yang telah melayani penerbangan langsung maskapai asal Rusia, Aeroflot-Rossiya dengan rute Moskow – Bali, dan penerbangan Garuda Indonesia rute London – Bali yang keduanya memakai pesawat jenis Boeing 777-300ER.

Didirikan pada 20 Mei 1933, Turkish Airlines melayani sebanyak 311 bandara tujuan yang tersebar di 124 negara di Eropa, Afrika, Timur Tengah, Amerika, dan Asia. Hal ini menjadikan Turkish Airlines sebagai maskapai dengan jumlah negara tujuan terbanyak di dunia, mengungguli maskapai kenamaan dunia seperti Air France, British Airways, Emirates, dan Qatar Airways. Maskapai ini juga merupakan anggota dari Star Alliance, salah satu aliansi maskapai penerbangan terbesar dunia. Masuk sebagai anggota sejak 1 April 2008, maskapai ini bergabung dengan Star Alliance bersama berbagai maskapai besar dunia seperti All Nippon Airways, Asiana Airlines, EVA Air, Lufthansa, Singapore Airlines, dan United Airlines.

Pada tahun 2018 lalu, Bandara Ngurah Rai tencatat terdapat 10.658 wisatawan asal Turki berkunjung ke Bali. Sementara hingga Juni tahun ini terdapat 4.715 wisatawan. Angka ini relatif masih sedikit jika dibandingkan dengan kunjungan dari negara-negara lainnya. Dengan dibukanya rute baru oleh Turkish Airlines dihararapkan semakin memudahan wisatawan asal Turki dan negara sekitarnya pergi ke Bali. “Rute baru ini menjadikan jumlah rute internasional yang kami layani saat ini berjumlah 47 rute. Turkish Airlines juga menjadi maskapai asing ke-32 yang saat ini beroperasi melayani rute yang melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali,” tutup Herry.(rhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *