Animo Anggota Tinggi, KSU Sedana Satya Jaya beri Kontribusi Pembangunan Desa

Animo Anggota Tinggi, KSU Sedana Satya Jaya beri Kontribusi Pembangunan Desa
Foto : I Dewa Made Jiwa selaku ketua KSU Sedana Satya Jaya, Selatnyuhan, Bangli.

Buletin Dewata, Bangli.

Bermula dari 25 orang anggota dengan setoran awal Rp. 300 000 ditambah simpanan wajib Rp. 5.000 per anggota setiap bulannya, kini KSU Sedana Satya Desa Selatnyuhan telah berkembang pesat.

I Dewa Made Jiwa selaku ketua KSU Sedana Satya Jaya menuturkan sejak dirintis pada 2006 dan satu tahun setelah keluarnya izin, keanggotaan KSU Sedana Satya Jaya per 2018 telah mencapai 141 orang yang berasal dari Dusun Selatnyuhan maupun dari luar.

Sementara, aset yang dimiliki KSU Sedana Satya per Desember 2018 telah mencapai Rp 9,4 miliar dengan SHU sebesar Rp 238 juta, sedangkan pada 2017 lalu koperasi hanya memiliki aset sebesar Rp 7,6 miliar. “Ada peningakatan 23,3%, kita sudah sampaikan pada RAT di bale banjar,” ujarnya.

Ditambahkan, setiap akhir tahun koperasi juga memberikan hadiah langsung berupa souvenir seperti alat -alat rumah tangga yang di berikan ke masing – masing anggota pada saat RAT, selain juga menggelar undian berhadiah secara rutin.

“Untuk anggota yang hadir kita juga berikan uang transport Rp 50.000 dan semenjak 2013 kita lakukan program tersebut animo masyarakat memanfaatkan koperasi semakin meningkat. Nilai souvenir yang kita berikan setiap anggota Rp 200 000 rata per anggota,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, KSU Sedana Satya selalu berkontribusi setiap ada pembanguan dan upacara di pura kahyangan tiga desa adat setempat. “Punia yang rutin kita lakukan sebagai bentuk kewajiban kita selaku koperasi apalagi ini kita berada di satu desa adat,” tegasnya seraya mengatakan di tahun 2019, KSU Sedana Satya berencana akan meningkatkan SHU sehingga asas manfaat dari koperasi dapat turut meningkatkan kesejahteraan para anggota.

Terkait sinergi koperasi terhadap LPD, I Dewa Made Jiwa menjelaskan pihaknya senantiasa melakukan komunikasi dan kerjasama sama yang baik sehingga saling memberikan manfaat bagi para anggotanya.

“Kita tidak bersaing namun bersanding sesama Lembaga keuangan di Desa Adat dimana. Komunikasi dan kerjasama sama terutama dalam hal likuiditas dengan saling membantu, misalnya jika koperasi kita kurang dana likuiditas di bantu LPD, begitu juga sebaliknya. Kedepanya kita akan lebih Saling tukar informasi dengan LPD sehingga antara LPd dan koprsi saling bersinergi,” pungkasnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *