BPD Bali Gelar Seminar Strategi Penanggulangan NPL & Pengembangan Produk DPK di LPD 

BPD Bali Gelar Seminar Strategi Penanggulangan NPL & Pengembangan Produk DPK di LPD 
Foto : Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma.

Buletin Dewata, Denpasar

Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menggelar gathering bersama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Kabupaten Badung dan seminar strategi penanggulangan kredit bermasalah serta pengembangan produk dana pihak ketiga (DPK) LPD di Denpasar, Selasa (28/5).

Acara yang merupakan agenda tahunan tersebut menghadirkan 122 LPD di Kabupaten Badung sebagai bentuk sinergi dengan mitra kerja BPD dalam hal penyelesaian kredit bermasalah (NPL) yang ada di LPD.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma pada kesempatan itu berharap jika sinergi BPD dan LPD akan memberikan kontribusi terhadap kemajuan perekonomian di desa adat.

Kepala Bank BPD Bali Cabang Badung, I Gusti Agung Gede Suadnyana berharap melalui seminar itu, LPD di Badung dapat mencegah dan meminimalisir kredit macet. “Memang di LPD punya pararem atau awig-awig yang mengatur. Pada seminar kali ini LPD juga banyak dimotivasi untuk me-manage analis. Sehingga proses kredit itu benar dan tepat sesuai SOP. Tepat sesuai kemampuan dan kemauan nasabah,” jelasnya.

BPD Bali Gelar Seminar Strategi Penanggulangan NPL & Pengembangan Produk DPK di LPD 

Menurut Suadnyana, data-data NPL LPD dan perbankan di seluruh Bali mulai merangkak naik karena kondisi di lembaga masing-masing. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan materi dari narasumber, dia menilai ada semangat baru yang muncul dari pengelola LPD untuk menyikapi kredit bermasalah yang awalnya karena kelemahan-kelemahan di LPD. “Khususnya di karakter ini yang banyak menyebabkan kredit di LPD macet,” cetusnya.

Sementara itu Anak Agung Artawan, Kepala Bank BPD Bali Cabang Mangupura menyampaikan bahwa pertemuan tahunan dengan LPD di Badung tersebut dikemas dalam bentuk seminar yang menghadirkan narasumber di bidang perbankan.

“Seminar ini untuk mengedukasi LPD dalam rangka penanganan kredit bermasalah. Ini kita kemas dalam bentuk pendidikan dan mendapat apresiasi dari LPD se-Kabupaten Badung,” ucap Artawan.

Wayan Budha, Kepala LPD Kuta mengungkapkan, apa yang disampaikan oleh narasumber terkait materi pencegahan NPL itu yang diutamakan daripada penyelamatan kredit macet. “Tiang (saya) yakin bisa melakukan proses-proses pencegahan diawal yang mestinya kita ketahui bersama bahwa analisa-analisa di seluruh LPD Bali di sana lemahnya. Mari kita belajar penguatan untuk pencegahan, sehingga NPL bisa diturunkan,” katanya.

Dia pun berpesan agar seluruh LPD mulai membuka wawasan tentang IT. “Mari kita mencoba menggunakan teknologi yang dikaitkan dengan transparansi, ke depan termasuk mempermudah pelayanan krama/nasabah,” tambahnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *