Jelang Lebaran, Warga Mulai Serbu Toko Perhiasan Emas di Denpasar

Jelang Lebaran, Warga Mulai Serbu Toko Perhiasan Emas di Denpasar

Buletin Dewata, Denpasar.

Penjualan dan pembelian emas perhiasan di Kota Denpasar menjelang lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah meningkat. Hal ini tampak dari ramainya para pengunjung yang datang ke kawasan pertokoan emas di seputaran Jalan Sulawesi dan Jalan Hasanuddin, Denpasar.

Alia Yasmin, salah seorang penjual perhiasan emas di Jalan Sulawesi, Denpasar mengatakan jelang Lebaran masyarakat cenderung membeli emas sebagai perhiasan saat Idul Fitri dan akan menjualnya kembali usai Lebaran. “Menjelang hari raya Lebaran tahun ini pembeli lumayan banyak yang datang kesini. Peningkatan pembeli sekitar 30% sampai 40% dari hari biasanya,” ujarnya.

Namun demikian, Alia mengakui bahwa selain mereka yang datang untuk membeli emas, ada juga yang datang untuk menukar bahkan menjual emasnya untuk membiayai mudik dan kebutuhan lain lebaran. “Orang-orang yang beli banyak menjelang lebaran. Kadang ada beberapa juga orang yang tukar, terus ada juga yang jual untuk keperluan mereka mudik, ” tuturnya.

Jelang Lebaran, Warga Mulai Serbu Toko Perhiasan Emas di Denpasar
Foto : Alia Yasmin, penjual perhiasan emas.

Disadari pula bahwa kebutuhan masyarakat meningkat karena harus membiayai mudik dan kebutuhan lain lebaran. Dengan meningkatnya kebutuhan tersebut, banyak masyarakat menggunakan berbagai macam cara untuk membiayai kebutuhannya mulai dari meminjam uang, mencairkan tabungan hingga menjual emas.

Dikatakan, perhiasan yang dijual rata – rata berkadar emas lebih dari 70% dengan harga emas yang dijual berkisar Rp. 450.000/ gram sampai Rp. 470.000/ gram serta tergantung dengan model perhiasan.

“Kita rata-rata menjual emas itu kadarnya 70 persen sampai 75 persen dan juga ada yang diatas itu seperti emas 23 karat dan 24 karat. Tergantung apa yang dicari oleh customer. Kalo emas kuning pada saat dijual dia potongannya 5%, kalo emas putih yang 75% atau yang diatasnya potongannya 10%,” tandas Alia.

Mengantisipasi kerawanan yang terjadi seiring dengan meningkatnya animo masyarakat bertransaksi emas, para petugas keamanan dari Satuan Brimob Polda Bali turut meningkatkan pengawasan dan pengamanan di kawasan pertokoan emas di Kota Denpasar.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *