Bank Danamon Umumkan Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2019

Bank Danamon Umumkan Laporan Keuangan Kuartal I Tahun 2019
Foto : Regional Head PT Bank Danamon Bali-Nusa Tenggara, I Gusti Agus Indrawan.

Buletn Dewata, Jakarta.

Perbankan pada kuartal pertama tahun ini menunjukkan kinerja positif dari sisi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Seperti yang dirilis Bank Danamon membukukan total portofolio kredit dan trade finance sebesar Rp 138 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit tersebut
didukung oleh permintaan konsumen yang kuat disejumlah segmen kunci, seperti Consumer Mortgage dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

Regional Head PT Bank Danamon Bali-Nusa Tenggara, I Gusti Agus Indrawan, Selasa (7/5) mengatakan, bank juga mencatatkan kualitas aset yang sehat,dengan posisi rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) menjadi 2,8% dibandingkan setahun sebelumnya sebesar 3,2%. Pada tiga bulan pertama tahun 2019, Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 933 miliar.” Data tersebut secara nasional,” katanya.

Lanjut pria yang akrab disapa Gus Lopes itu menjelaskan portofolio kredit Consumer Mortgage tumbuh 27% menjadi Rp 8,3 triliun. Sementara kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari perbankan korporasi, perbankan komersial dan institusi keuangan naik 7% menjadi Rp 39,5 triliun. Untuk segmen perbankan UKM mencatatkan pertumbuhan sebesar 6% menjadi Rp 31,1 triliun.

Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 14% secara setahunan menjadi Rp 52,6 triliun pada kuartal pertama tahun 2019. Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 14% dan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 10% menjadi Rp 136,4 triliun dibandingkan setahun sebelumnya. Likuiditas dan permodalan yang sehatRasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. CAR konsolidasian dan CAR Bank-only masing-masing berada pada posisi 22,0% dan 22,8 persen.

Selanjutnya kata Lopes, untuk giro dan tabungan (Current Account and Savings Accounts/CASA) naik 2% menjadi Rp 50,9 triliun, sementara deposito naik 11% menjadi Rp 59,5 triliun. Dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada posisi 96,4%, likuiditas bank terkelola dengan baik untuk mendukung pertumbuhan kedepan.

“Bank pun terus mempertahankan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin. Rasio biaya kredit (Cost of Credit Ratio) berada diposisi 2,4% pada akhir kuartal pertama 2019 dibandingkan setahun sebelumnya 2,5%,” jelas Gus Lopes.

Khusus untuk di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, kredit yang disalurkan pada kuartal I tahun ini senilai Rp 2,008 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan 3,17% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2018 lalu diangka Rp 2,073 triliun. Meski demikian tercatat dana pihak ketiga (DPK) di tiga wilayah ini yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur mengalami pertumbuhan sebesar 14,55% dari senilai Rp 2,76 triliun menjadi Rp 3,17 triliun.

Menurut Lopes pertumbuhan positif pada DPK ditengarai inisiatif layanan perbankan melalui digital yaitu aplikasi D-Bank Registration. “Dengan aplikasi ini, calon nasabah dapat membuka rekening dalam satu aplikasi sekaligus verifikasi lewat video call. Semua proses tersebut sepenuhnya online dan terintegrasi. Hal ini memudahkan nasabah dalam membuka rekening. Sehingga dapat menumbuhkan DPK,” sebutnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *