Sosialisasi Pergub 99 Tahun 2018, Hotel Kawasan ITDC diminta serap 30 % Produk Lokal

Sosialisasi Pergub 99 Tahun 2018, Hotel Kawasan ITDC diminta serap 30 % Produk Lokal
Foto : Sosialisasi Pergub 99 Tahun 2018, di Command Center ITDC Nusa Dua, Badung, Kamis (28/2).

Buletin Dewata, Badung.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali IB Wisnuardana mengharapkan pasar swalayan, hotel, restoran serta catering mampu memaksimalkan penyerapan produk pertanian lokal Bali. Demikian terungkap saat sosialisasi Pergub no 99 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali di Command Center ITDC Nusa Dua, Badung, Kamis, (28/2).

“Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 ini sebagai kepastian hukum kepada para petani di Bali agar produknya bisa diserap sekaligus memberi manfaat secara ekonomi kepada mereka. Selama ini bukannya tidak terserap namun regulasinya yang mungkin perlu ditata kembali demi terjaminnya penyerapan produk petani lokal,” ujar Wisnuardana.

Dijelaskan, untuk pasar swalayan dalam pergub diwajibkan mampu memasarkan minimal 60 % produk lokal dalam operasinya. Sedangkan untuk hotel, restoran serta ketering diharapkan minimal mampu menyerap 30 % hasil pertanian, peternakan dan perikanan lokal dari kebutuhan secara keseluruhan.

“Karena kita tahu sendiri baik hotel, swalayan atau restoran misalnya, punya standarnya sendiri yang harus dipenuhi. Untuk itu dalam pergub ini diatur pula standar hingga sertifikasi sehingga kualitas dan keamanannya dijamin,” tegasnya.

Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tersebut juga menyatakan bahwa harga produk pertanian lokal yang dibeli dari petani harus setidaknya 20 persen lebih tinggi dari biaya produksi petani. Untuk mendukung petani lokal, pemerintah juga mewajibkan transaksi tunai saja.

“Kenapa 20 % ? karena jika lebih rendah kami perhitungkan petani terlalu sedikit untungnya, sedangkan jika lebih dari itu harga jadi terlalu tinggi dan dikhawatirkan akan kalah bersaing. Semua komoditi sudah kita susun sehingga ada kesetaraan semuanya,” imbuhnya.

Sosialisasi Pergub 99 Tahun 2018, Hotel Kawasan ITDC diminta serap 30 % Produk Lokal

Sementara itu, Managing Director ITDC Nusa Dua AA Ngurah Wirawan mewakili kawasan Nusa Dua sangat menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Pergub no 99 Tahun 2018 tersebut sebagai upaya untuk memaksimalkan penyerapan produk pertanian lokal Bali. Namun demikian menurutnya masalah kontinuitas dan ketersediaan produk pertanian yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan yang dipatok hotel atau restoran.

“Selama ini kan sebenarnya sudah ada niatan kesana namun tidak bisa dipungkiri juga kalau cukup banyak kebutuhan yang didatangkan dari luar pulau. Sekarang pertanyaannya apakah bisa memenuhi permintaan dan kualitas yang ditetapkan pihak hotel dan restoran, karena tentu ada standar tertentu yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Hal senada pun juga disampaikan beberapa perwakilan hotel. Mereka sangat menyambut baik adanya Pergub no 99 Tahun 2018 sebagai upaya memaksimalkan penyerapan produk pertanian lokal Bali. Namun demikian disarankan perlu adanya kelembagaan atau badan khusus yang mampu memenuhi kriteria kualitas produk yang diinginkan pihak hotel atau restoran.

“Karena selama ini hampir tidak mungkin kita langsung ke petani atau ke pasar sekalipun untuk membeli langsung karena masalah kualitas itu tadi. Minimal ada proses sortir bagi komoditas-komoditas tersebut sehingga kami bisa menyajikan produk terbaik bagi wisatawan,” papar Agustinus selaku perwakilan Awarta Resort Nusa Dua.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *