HUT ke 55 Tahun, PAP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Melayani Negeri

HUT ke 55 Tahun, PAP I Bandara I Gusti Ngurah Rai Melayani negeri

Buletin Dewata, Badung.

Lebih dari setengah abad sudah PT. Angkasa Pura I (Persero) membaktikan diri untuk melayani negeri. Di usia 55 tahun tepatnya pada 20 Februari 2019, PT. Angkasa Pura I (Persero) memperbaharui visinya menjadi lebih progresif, yaitu “Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih dari Sekedar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia.”

Visi baru ini tentu diikuti misi baru pula, di mana dalam misi barunya, PT. Angkasa Pura I (Persero) berniat memberikan layanan global baik dalam standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan terbaik; meningkatkan nilai pemangku kepentingan; menjadi mitra pemerintah dan penggerak pertumbuhan ekonomi; meningkatkan daya saing perusahaan melalui kreatifitas dan inovasi; memberikan kinerja pelayanan bandar udara yang prima dalam memenuhi harapan stakeholder melalui pengelolaan sumber daya manusia; serta memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan.

Dalam acara puncak peringatan hari jadi PT. Angkasa Pura I (Persero) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang berlangsung Sabtu (23/02) sore, Yanus menyampaikan pencapaian dan target yang hendak dicapai di usia perusahaan yang baru.

“Di tahun 2019 ini, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai memiliki target 24,7 juta penumpang. Dengan target ini, maka Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai akan mengkontribusikan 24,4% dari target seluruh Bandar Udara di Indonesia yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I (Persero),” papar Yanus.

Terkait figur target 24,7 juta penumpang pada tahun 2019, merupakan puncak dari kapasitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. “Tahun ini kita sedang dan telah melakukan kajian awal untuk pengembangan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai baik pada sisi terminal, runway, taxiway. apron, dan sisi darat dalam pemenuhan masterplan yang telah ditetapkan untuk mencapai kapasitas hingga 37,6 juta penumpang pada tahun 2023,” imbuh Yanus dalam sambutannya.

Rencana pengembangan ini sejalan dengan business plan dari beberapa maskapai penerbangan yang akan dan telah menetapkan Bandar Udara kebanggaan masyarakat Pulau Dewata ini sebagai hub dan Bandar Udara pengumpan atau spoke bagi operasional airlines.

Dengan berfungsinya Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai hub, maka secara otomatis lalu lintas udara akan terdongkrak secara signifikan, sehingga akan muncul potensi berupa lapangan kerja dan potensi ekonomi lain bagi masyarakat.

Faktor Bali yang beberapa kali memperoleh kehormatan untuk menggelar pagelaran akbar kelas dunia, beberapa di antaranya adalah IMF-World Bank Group Annual Meetings 2018 dan Our Ocean Conference 2018, turut menjadi katalis dalam peningkatan lalu lintas di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, di samping daya tarik Bali dengan kekentalan budaya, alam, dan keramah tamahannya yang semakin menjadi primadona bagi wisatawan dari seluruh penjuru dunia.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *