Tahun Buku 2018, LPD Desa Adat Sogra Capai Aset dan Laba Sangat Mengesankan

Tahun Buku 2018, LPD Desa Adat Sogra Capai Aset dan Laba Sangat Mengesankan
Foto : Acara gebyar LPD Desa Adat Sogra yang dirangkai dengan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus (LPP) tahun buku 2018, bertempat di kantor LPD Sogra, Senin (11/2).

Buletin Dewata, Karangasem.

Meski berada di Kawasan Rawan Bencana III yaitu berjarak sekitar 4 sampai 5 kilometer dari puncak Gunung Agung, namun LPD Desa Adat Sogra memiliki aset yang sangat mengesankan hingga tembus sebesar Rp 76 miliar lebih. Hal ini diketahui saat kegiatan Laporan Pertanggung jawaban Pengurus (LPP) Tahun Buku 2018 yang dikemas lewat acara gebyar LPD Adat Sogra di kantor LPD setempat, Senin (11/2).

Kepala LPD Desa Adat Sogra, I wayan putra, menjelaskan rapat Laporan Pertanggungjawaban Pengurus selain sebagai amanat perda, juga menjadi upaya pihak LPD untuk dapat lebih bersinergi bersama masyarakat dan lingkungan, sehingga apa yang menjadi tujuan LPD dapat lebih mudah tercapai. LPD Desa Adat Sogra berdiri tahun 1995 dan mulai operasional pada februari tahun 1996 hanya memiliki modal awal 5 juta rupiah, namun hingga tahun 2018 total aset yang dimiliki tembus sebesar Rp 76,7 miliar. Dengan pendapatan sebesar Rp 9,2 miliar di tahun 2018, laba yang diraih LPD Sogra tahun 2018 mencapai 1,4 miliar lebih.

“Hal ini menjadi kebahagian yang khusus buat pengurus LPD. Salah satunya yang jadi penguat LPD Sogra adalah modal yang ditingkatkan. Atas kepercayaan krama Sogra, kita mengucapakan terimaksih banyak, semoga kedepanya kepercayaan ini bisa terus terjalin dengan LPD,” ujarnya.

Senentara, Ketua BKS LPD Kabupaten Karangasem, Drs, I Made Mastiawan, mengucapkan terima kasih kepada LPD Sogra yang keberadaannya telah berhasil memberikan manfaat bagi krama desa setempat. “Saya berharap hal ini dapat menjadi panutan bagi LPD yang ada di Karangasem, sehingga LPD di Desa Adat dapat memberikan asas manfaat untuk kesejahteraan warganya sendiri,” pungkasnya.

Bendesa Adat Sogra, Jro Mangku Wayan Sukra, mengungkapkan dengan adanya keterbukaan dari para pengurus LPD kepada masyarakat, kedepannya diharapkan dapat lebih meningkatkan kepercayaan krama. “Kita selaku Bendesa Adat akan tetap mendukung LPD, sedangkan di Desa Adat dan di krama Sogra sendiri, Kita selaku badan pengawas mengucapakan terimaksih atas bantuan LPD,” tuturnya.

Sejalan dengan kebijakan Bendesa Adat Sogra, yang memutuskan dana pembangunan desa sebesar 20 persen dari laba LPD, 75 persennya dipindahkan menjadi modal LPD Desa Adat.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *