Disdagprin Provinsi Bali Sidak Pasar Swalayan Jelang Hari Raya

Disdagprin Provinsi Bali Sidak Pasar Swalayan Jelang Hari Raya
Foto : Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Provinsi Bali Sidak Pasar Swalayan Jelang Hari Raya.

Buletin Dewata, Denpasar.

Jelang Hari Raya, Natal, Galungan dan Tahun Baru, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Provinsi Bali bersama dengan Polda Bali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa Pasar Swalayan besar yang ada di Bali, Rabu (12/12).

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disdagprin Provinsi Bali Ketut Raka Atmaja menyampaikan maksud dan tujuan dari pengawasan sidak ini adalah untuk melindungi masyarakat supaya terhindar dari aspek negatif dari barang-barang yang beredar yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku dan kedua, untuk membentuk konsumen cerdas. “Konsumen cerdas adalah mampu menegakkan hak dan kewajiban dari konsumen itu sendiri yang ciri-cirinya pertama teliti sebelum membeli dan melihat label kapan kadaluarsanya,” ujarnya.

Sidak yang dilakukan Disdagprin Provinsi Bali dilakukan dengan mengambil sampel di tiga pasar swalayan besar yaitu Tiara Dewata kemudian Carrefour dan terakhir di Pepito. Dari ketiga tempat itu pada umumnya semua sudah berjalan sesuai dengan ketentuan berlaku. Namun demikian masih ditemukan satu kekurangan yakni masih adanya barang kemasan yang tidak bagus seperti kaleng penyok, dan kemasan yang sobek. Untuk itu Disdagprin mengimbau para pelaku usaha agar mengikuti ketentuan dan peraturan dan berlaku jujur kepada konsumen sehingga semuanya berjalan sesuai dengan ketentuan.

Tim Pengawasan Barang Disdagprin Provinsi Bali melakukan pengawasan di berbagai tempat sejak tanggal 5 Desember 2018. Sidak terhadap pengawasan barang yang beredar sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 69 Tahun 2018 tentang pengawasan barang beredar dan/atau jasa.

Dalam sidak tersebut, pelaku usaha tampak menyambut baik upaya pengawasan yang dilakukan pemerintah melalui Disdagprin Provinsi Bali. Manager Operasi Tiara Dewata Nopi Setyo Utomo mengaku pihaknya akan selalu mensinergikan operasional usaha dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya pembinaan maka pihaknya dapat menyesuaikan dengan peraturan yang mungkin belum diketahui pelaku usaha. “Selama ini kami telah berpedoman terhadap SOP dalam pengelolaan barang,” cetusnya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *