HUT ke-45, ITDC Serius Bangun Lokasi Pariwisata Kelas Dunia di Bali Utara seperti The Nusa Dua

HUT ke-45, ITDC Serius Bangun Lokasi Pariwisata Kelas Dunia di Bali Utara seperti The Nusa Dua
Foto : Perayaan HUT ke-45 ITDC Nusa Dua.

Buletin Dewata, Badung.

Bali yang masih menjadi salah satu destinasi wisata terbaik dunia perlu segera menata kepariwisataanya dengan seimbang. Pengembangan destinasi pariwisata di Bali Utara segera dilaksanakan mengingat kepadatan trafik di wilayah Bali Selatan dalam mendukung peningkatankunjungan wisatawan. Untuk itu Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) segera akan membangun resort dan lokasi pariwisata kelas dunia di Bali Utara layaknya The Nusa Dua yang dikembangkan oleh ITDC di Bali Selatan. Demikian disampaikan Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer saat perayaan HUT ke-45 ITDC di kawasan Nusa Dua, Senin (12/11).

Abdulbar M. Mansoer menyampaikan bahwa harus disadari Bali utara akan menjadi alternatif terbaik untuk pengembangan destinasi pariwisata Bali. Ia pun merasa optimis terlebih adanya rencana pembangunan bandara baru. Pihaknya akan menghimbau dan meminta dukungan pemerintah daerah dan pusat untuk mengembangkan akses kesana yang akan mengurangi tekanan di Bali selatan.

“Bali Selatan sudah terlalu penuh, trafik juga sudah terlalu berat mensuport begitu banyak turis, sementara Bali tetap menjadi destinasi yang terbaik dan semua orang tahu Bali karena memang Bali ini spesial. Saya disini ada 3-4 hotel yang sebenarnya mau masuk tapi gak ada tempat karena habis terakhir Sanggrila. Nah nanti saya coba arahkan ke utara. Ya, kita harus menciptakan tempat yang baru. Kita coba kembangkan Bali Utara dengan background gunung dan pantai yang indah”, ujarnya.

Lebih lanjut, Abdulbar M. Mansoer menyampaikan rencana pengembangan kawasan pariwisata oleh perusahaan BUMN Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di kawasan Bali Utara sudah dilakukan melalui tahapan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Wijaya Karya untuk sinergi pembangunan dan pengembangan lahan seluas 100 hektar (ha) yang berlokasi di Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng menjadi resort. Kini tahapan perecanaan desain untuk Detail Engineering Design (DED) pun tengah dirancang dengan serius.

“Pengembangan di Bali Utara sudah menandatangangi agremement dan sekarang sedang perancangan desain untuk DED dan sebagainya. Tapi sebenarnya kami juga belum los secara resmi karena ini masih program invest dengan pemerintahan yang sudah kita sepakati tapi konsepnya sedang kita garap bersama. Dengan konsep yang berbeda dengan Nusa Dua karena Bali Utara mempunyai keunikan tersendiri. Jadi prosesnya dengan pemilik tanah sudah sepakat, dengan partner investasi sudah sepakat dan sekarang sedang menyelesaikan desain”, terangnya.

Meski sarana infrastruktur ke Bali Utara belum memadai, namun Abdulbar mengatakan rencana pengembangan tetap dilakukan secara simultan. Selesainya perancangan akan dilanjutkan dengan tahapan desain dan masterplan yang direncanakan segera dilaunching awal tahun 2019 mendatang.

“Tidak menunggu infrastruktur karena untuk desain dan master plan butuh waktu 1 tahun, DED 6 bulan lagi, kemudian mencari investor karena mereka juga gak akan langsung mau. Semua persiapan fasilitas itu butuh waktu jadi sambil jalan kita akan komunikasikan. Kita akan minta kesepakatan dulu dengan Pemprov dan Pemda baru kemudian kita akan ajak investor dan kita juga akan masuk invest disana untuk infrastruktur. Seperti pembangunan Mandalika 2 tahun yang lalu,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *