Budidaya Bunga Sedap Malam Jadi Bisnis Menjanjikan Petani di Bali

0
Budidaya Bunga Sedap Malam Jadi Bisnis Menjanjikan Petani di Bali
Foto : Petani berhasil membudidayakan bunga sedap malam di Kabupaten Tabanan, Bali.

Buletindewata.com, Tabanan.

Kemajuan pariwisata Bali sangat mempengaruhi perkembangan bisnis wedding organizer, hotel dan restoran yang menyediakan paket pesta dan pernikahan di Bali. Berbagai kegiatan ini banyak membutuhkan pasokan bunga hias sebagai sarana dekorasi untuk mempercantik ruangan. Mengingat tingginya permintaan bunga hias di Bali, maka cukup banyak petani di Bali saat ini yang mencoba membudidayakan tanaman bunga, salah satunya bunga sedap malam.

Bunga Sedap malam adalah tumbuhan hijau abadi dari suku asmat. Tanaman dengan nama ilmiah polianthes tuberosa ini berhasil di budidayakan oleh petani di subak Legung Luwih di Kabupaten Tabanan untuk memenuhi permintaan pedagang di pasar tradisional dan pelaku industri pariwisata.

Salah seorang petani bunga sedap malam, Nengah Suarta mengaku memilih tanaman ini untuk mengurangi alih fungsi lahan. Disamping itu pihaknya merasa prihatin karena kurangnya minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian, sehingga dia mencoba mengembangkan bunga sedap malam demi di lahan pertaniannya.

“Generasi tani untuk anak-anak itu tidak ada. Kebanyakan petani dari usia tua. Makanya saya ingin menggugah anak-anak muda untuk bertani misalnya dengan menanam tanaman yang menghasilkan produksi tinggi, namun pengerjaannya tidak ruwet,” ucap Suarta di Tabanan, Rabu (20/6).

Dikatakan Suarta, bunga yang mengeluarkan bau wangi pada malam hari itu banyak diperlukan di hotel-hotel dan florist atau toko penjual bunga. Permintaan memang tinggi namun di Bali sangat jarang yang memproduksi jenis bunga tersebut.

Pihaknya tertarik menanam bunga sedap malam karena nilai jualnya tergolong tinggi dengan perawatan yang cukup mudah dan sederhana. Bunga sedap malam ini dijual per batang seharga Rp 1.000-1.200/batang. “Makanya saya tertarik untuk mengembangkan tanaman sedap malam,” ujarnya.

Budidaya Bunga Sedap Malam Petani di Bali

Suarta mengungkapkan untuk lahan seluas 1 Are diperlukan bibit bunga sedap malam sebanyak 1 Kilogram. Saat ini dia dibantu petani lainnya telah menanam bunga sedap malam di total lahan seluas 118 Are. “Dari awal sampai panen sebenarnya gampang. Dari masa tanam sampai berbunga butuh waktu 4 bulan dan berbunga terus bisa kita manfaatkan sampai 2-3 tahun. Model tanaman ini lebih cocok di area persawahan karena airnya melimpah. Jenis tanaman ini perlu air yang cukup banyak,” terangnya.

Dengan luas lahan tersebut Suarta mengaku, dalam sehari mampu memproduksi 700 batang bunga sedap malam bahkan hingga 1.200 batang. Pihaknya pun kerap kewalahan memenuhi permintaan pasar. “Bunga sedap malam ini hasil produksinya tinggi dengan pemeliharaan yang cukup sederhana. Penjualan dalam sebulan sekitar Rp 21 juta,” pungkasnya.

Suarta berharap kedepan akan semakin banyak petani yang dapat menggeluti budidaya bunga sedap malam di Bali. Dia pun berkeinginan untuk memajukan pertanian bunga sedap malam ini dimulai dari petani yang ada di lingkungannya. Hal ini mengingat faktor hawa, cuaca dan curah hujan di daerahnya sangat cocok untuk pertanian bunga sebagai salah satu inovasi dari pertanian padi yang sudah ada di Kabupaten Tabanan.(blt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here