BALI COIN MATA UANG DIGITAL YANG JADI VOUCHER DISKON PARIWISATA

0

BALI COIN MATA UANG DIGITAL YANG JADI VOUCHER DISKON WISATAWAN

Foto : Workshop Bali Koin Kamis (18/1) di Puri Taman Sari di Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, Tabanan.

Buletindewata.com, Tabanan.

Bagi penggemar traveling dan wisata ada transaksi non tunai yang bersifat investasi serta aman. Transaksi non tunai berbentuk mata uang digital atau cryptocurrency ini disebut Bali Coin. Transaksi Bali Coin di Indonesia yang dikembangkan lebih ke arah sektor pariwisata akan mempermudahkan wisatawan dari dalam maupun luar negeri melakukan transaksi wisata selama liburan.

Co Founder dan Developer Bali Coin, Adam Yusfan Edwin, Kamis (18/1) saat Workshop Bali Coin di Tabanan mengatakan Bali Coin berada langsung dibawah platform Ethereum, dimana komputer yang terhubung dalam jaringan peer to peer atau tanpa adanya peran pihak ke tiga. Blockchain Ethereum tidak hanya dapat memproses database yang tersebar seperti halnya Bitcoin, namun juga dapat menjalankan Smart Contract yaitu aplikasi yang berjalan di jaringan yang diprogram sesuai dengan tujuannya, tanpa adanya sensor dan larangan dari negara ataupun lembaga untuk mematikan aplikasi tersebut.

Banyak industri dan perusahaan di dunia yang saat ini menggunakan teknologi Ethereum dan Bitcoin, namum di Indonesia diciptakanlah Bali Coin. Adam menjelaskan Bali Coin adalah Voucher Discount Tourism yang berbasis crypto currency yang dibangun dengan teknologi blockchain Ethereum. Bali Coin akan digunakan secara spesifik untuk kebutuhan transaksi di industri pariwisata seperti booking tiket pesawat, hotel, akomodasi, rental mobil, paket wisata bahkan belanja suvenir. Pengguna Bali Coin bisa mendapatkan diskon khusus dari banyak merchant yang menerima pembayaran Bali Coin. “Jadi bila bertransaksi dengan Bali Coin, konsumen akan mendapatkan potongan harga atau harga yang didapat lebih murah sesuai dengan harga agen,” ujarnya.

BALI COIN MATA UANG DIGITAL YANG JADI VOUCHER DISKON PARIWISATA

Foto : Co Founder dan Developer Bali Coin, Adam Yusfan Edwin.

Adam menjelaskan Bali Coin difokuskan untuk transaksi pariwisata karena industri kepariwisataan merupakan sektor penyumbang devisa ke 2 terbesar di Indonesia. Dimana pemerintah telah menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun 2019, sehingga hal ini tentu memberi peluang Bali Coin untuk dikembangkan, mengingat dari besarnya jumlah kunjungan tersebut.

Berbagai permasalahan yang kerap dirasakan wisatawan ataupun turis asing saat berwisata juga bisa diatasi dengan penggunaan Bali Coin, seperti tingginya biaya kirim uang antar negara, mahalnya biaya konversi ke uang lokal, charge credit card, dompet hilang ataupun kriminalitas penipuan dan pemalsuan uang.

BALI COIN MATA UANG DIGITAL YANG JADI VOUCHER DISKON PARIWISATA

Pengenalan Bali Coin ke luar negeri dimulai sejak bulan November dan dari data menunjukkan bahwa peminatnya cukup banyak. Ada sebanyak 2.500 yang masuk dalam group telegram maupun social networking site (SNS) atau layanan jejaring sosial Bali Coin seperti Instagram dan Facebook. Mengingat sudah memiliki komunitas maka saat ini Bali Coin sedang mempersiapkan kerjasama dengan berbagai merchant dibidang pariwisata yang akan menggunakan Bali Coin sebagai alat transaksi. Dan setelah melaksanakan workshop yang difokuskan terlebih dulu di wilayah Bali dan Lombok sudah terdapat 20 merchant yang bekerjasama.

Bali Coin bisa ditukar dengan uang tunai dimana Coin dijual kembali menjadi Ethereum dan ditransfer ke excharger lokal dan kemudian diterima dalam bentuk uang rupiah maupun mata uang lain yang dapat ditransfer ke rekening. Sifatnya Bali Coin pun menurut Adam tidak hanya sebatas voucher tetapi juga investasi. “Nilai koinnya bisa meningkat sesuai permintaan pasar. Jadi selain dipermudah dan mendapatkan voucher diskon dalam transaksi pariwisata juga bisa bersifat investasi,” ujarnya.(ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here