KOPERASI TERDAMPAK ERUPSI GUNUNG AGUNG DIBERI KELONGGARAN RAT

Foto : I Dewa Nyoman Patra, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali.

Buletindewata.com, Denpasar.

Selain berimbas pada sektor pariwisata, peningkatan aktivitas Gunung Agung juga berdampak pada koperasi simpan pinjam yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra menyatakan koperasi yang terkena dampak langsung akibat aktivitas Gunung Agung yang berada di Kabupaten Karangasem tersebut sebanyak 178 koperasi.

Namun, pihaknya berharap koperasi yang terdampak erupsi Gunung Agung bisa berjalan normal. Dia minta agar kantor-kantor koperasi di kawasan rawan bencana pindah kantor terlebih dahulu, agar tetap beroperasi secara normal melayani kegiatan simpan pinjam.

“Jadi, saya minta terlebih dahulu amankan aset yang penting, data dulu semuanya. Sementara kami minta untuk buka di wilayah Klungkung,” ucap Patra kemarin saat dikonfirmasi.

Pihaknya pun memberikan kebijakan kelonggaran tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) kepada koperasi yang terkena dampak. “2018 ini seluruh koperasi mulai Januari hingga Maret harus melakukan RAT. Kecuali di wilayah yang terkena dampak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *