AKTIVITAS GUNUNG AGUNG TAK PENGARUHI INDUSTRI OTOMOTIF BALI

Buletindewata.com, Denpasar.

Aktivitas Gunung Agung yang sejak tanggal 24 September lalu dinyatakan berstatus awas tidak membawa dampak pada industry otomotif di Bali. Kepala Cabang Auto 2000 Denpasar, Haris Prasetya ketika dikonfirmasi di Denpasar, mengatakan jika aktivitas Gunung Agung yang secara umum membawa dampak pada industry pariwisata di Bali, hingga saat ini belum  berdampak khusus pada industry otomotif di Bali, khususnya di segmen kendaraan travel wisata.

Haris Prasetya menyampaikan hal ini dapat terlihat dari penjualan beragam produk otomotif sebagai menunjang aktivitas pariwisata di Bali hingga akhir September lalu masih tercatat normal. “Meskipun Aktivitas Gunung Agung sudah membawa dampak langsung ke industry pariwisata di Bali, namun di industry otomotif, dampaknya belum terlihat,” paparnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Haris, penjualan produk Commuter yakni Toyota Hiace sebagai salah satu produk komersial kendaraan travel wisata di Bali, masih tetap stabil yakni mencapai 50 unit di bulan September 2017.

Angka ini diakui Haris masih cukup tinggi, mengingat market share dari Toyota Hiace di Bali masih ada di posisi tinggi yakni di angka 60 persen. “Produk Commuter ini adalah salah satu produk penunjang aktivitas wisata di Bali, hingga akhir September lalu penjualannya masih stabil,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Cabang Hyundai Indonesia Denpasar, Andreas Rizky. Menurutnya, hingga akhir September lalu, penjualan produk commuter yakni Hyuncai H1 masih tetap stabil. “Angka penjualan Commuter sebagai angkutan pariwisata di Bali hingga akhir September lalu masih tetap stabil, tidak terpengaruh aktivitas Gunung Agung,” pungkasnya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *