DISKON TARIF TOL 10% BAGI PENGGUNA UNIK DI TOL BALI MANDARA

Buletindewata.com, Denpasar.

PT Jasamarga Bali Tol (JBT) kembali memberikan diskon tarif tol sebesar 10% bagi pengguna jalan tol yang membayar menggunakan Unik atau uang elektronik. Tahun 2017 ini tercatat sudah dua kali JBT memberikan diskon tarif tol. Yang pertama menjelang Hari Raya ldul Fitri yang lalu. JBT saat itu memberikan diskon tarif tol sebesar 20% bagi pengguna Unik. Kali ini diskon tarif tol yang akan diberikan sebesar 10%.

Direktur utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, dalam konferensi pers yang diadakan di salah satu RM di Pesanggaran-Denpasar mengatakan bahwa dalam rangka turut menyukseskan program Pemerintah yaitu Gerakan Nasional Non Tunai serta dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, pihaknya akan kembali memberikan diskon tarif tol di ruas Jalan Tol Bali Mandara.

“Khusus bagi pengguna jalan tol yang bayar tolnya menggunakan Unik atau uang elektronik, kita akan berikan potongan tarif tol sebesar 10% untuk semua golongan kendaraan, dari tanggal 4 sampai 10 September 2017. Secara rinci Tito menjelaskan bahwa diskon tarif tol 10% tersebut akan diberlakukan selama 7 hari, dari hari Senin4 September 2017, mulai pukul 06:00 dan akan berakhir pada hari Minggu, 10 September 2017, pukul 21:00, “ujar Tito Karim. Untuk informasi lebih lanjut, kata Tito, dapat dilihat di website JBT atau menghubungi call center di 0361- 29999.

Menurut Tito, dasar pertimbangan pemberlakuan diskon tersebut adalah karena ini kebijakan Pemerintah Pusat yang didukung oleh Kesepakatan Bersama antara Gubernur Bank Indonesia dan Menteri PUPR Nomor 19/5/NK/GBI/2017 dan 06/PKS/M/2017, tanggal 31 Mei 2017 tentang Kerjasama dan Koordinasi dalam Pelaksanaan Tugas Bank Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu ada juga surat dari Badan Pengatur Jalan Tol Nomor: JL.O3.04-P/232 tanggal 6 Juli 2017 perihal Dukungan Pelaksanaan Transaksi Non Tunai di Jalan Tol serta surat dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk. selaku pemegang Saham PT Jasamarga Bali Tol Nomor: AA.PT01.1353, tanggal 21 Agustus 2017, perihal diskon 10% Tarif tol untuk Pengguna uang Elektronik.

Tito menambahkan bahwa kebijakan ini juga merupakan salah satu pendorong bagi masyarakat di Bali, khususnya pengguna jalan tol, karena mulai oktober 2017, layanan transaksi tol di seluruh jalan tol di Indonesia sudah tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan beralih menggunakan unik atau uang elektronik. “Untuk itu kita dorong masyarakat supaya mulai beralih dan membiasakan diri menggunakan unik. Selain prakti transaksilebih cepat, bisa mengurangi antrian kendaraan di gerbang tol, juga multi guna. Bisa digunakan untuk belanja di toko swalayan”

Saat ini, jelas Tito, bank-bank yang sudah bekerjasama dengan JBT dan menyediakan Unik adalah Mandiri dengan e-Money dan produk turunannya Blink dari BTN, BPD Bali dan Indomart Card. Dari BNl ada produk Tapcash dan BRI memiliki produk unik Brizzi. Untuk Flazz dari BCA saat ini masih uji coba, diharapkan mulai 1 Oktober 2017 juga sudah bisa digunakan transaksi”.

Berdasarkan data dari Humas Jasamarga Bali Tol, saat ini telah telah terjadi peningkatan penggunaan Unik di jalan tol. Dari semula sekitar 14%, kini sudah meningkat menjadi sekitar 19%, meningkat sekitar 5%. Peningkatan ini memang dirasa masih belum signifikan karena sosialisasi baru dilakukan secara parsial. Meskipun begitu, JBT tetap memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, yang telah mulai bangkit kesadarannya untuk menggunakan Unik. “Kita berikan apresiasi yang tinggi kepada pengguna jalan tol Kesadaran menggunakan Unik itu sesungguhnya wujud apresiasi dan kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan Pemerintah,” tambah Tito Karim.

ketika ditanya bagaimana cara meningkatkan penggunaan Unik untuk transaksi tol, Tito mengatakan bahwa setelah pemberlakuan diskon tersebut, JBT bersama Bl dan Perbankan penerbit Unik akan bersinergi melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, antara lain melalui kegiatan grand launching, fun rally, talk-show, SMS blast, dan lain-lain.

Yang terpenting, menurut Tito Karim, adalah dukungan Pemerintah dan masyarakat agar program Gerakan Nasional Non Tunai berjalan sukses. Di negara-negara maju telah terjadi pergeseran penggunaan uang tunai ke uang elektronik atau Unik. Di Swedia saat ini sudah 90% transaksi dilakukan dengan Unik atau non tunal. Di warung – warung kecil di daerah pelosok pun transaksi sudah dilakukan dengan unik. Di Indonesia juga sudah mulai meningkat dan meluas penggunaan uang elektronik. “Rasanya, masyarakat di Bali sebagai bagian dari warga global yang biasa bergaul dengan wisatawan, orang asing, akan lebih siap menyambut pemberlakuan transaksi tol non tunai di jalan tol,” sambung Tito.

Pada bagian lain, dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, Akhmad Tito Karim menyampaikan, “Segenap jajaran Komisaris, Direksi, dan Karyawan PT Jasamarga Bali Tol mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin”.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *