REI BALI TARGET BANGUN 2000 RUMAH BERSUBSIDI

images-11

Buletindewata.com, Denpasar.

– Meskipun sempat tersandung beberapa permasalahan, namun realisasi Program Nasional Sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo untuk provinsi Bali sudah bisa direalisasikan pada akhir tahun 2016 ini dan di tahun 2017 mendatang rumah tersebut sudah bisa dipasarkan.

Demikian diungkapkan  Ketua DPD REI Bali, I Gusti Made Aryawan Rabu kemarin di Denpasar.  Lebih Lanjut dikatakan Aryawan, sebelumnya realisasi program Sejuta rumah ini sempat mengalami kendala, mulai dari penyediaan lahan hingga tidak adanya regulasi yang mengatur mengenai program rumah ini jika dibangun di Denpasar dan Badung. “Namun saat ini permasalahan tersebut sudah teratasi, bahkan untuk saat ini proses pembebasan lahan sudah dilakukan dan lahan sudah siap bangun,” jelasnya.

Untuk Lokasi, Aryawan menyebutkan jika pihaknya memilih lokasi di Singaraja, Negara dan Karangasem untuk program sejuta rumah ini dengan alasan harga lahan di ketiga lokasi tersebut masih relatif terjangkau dibandingkan dengan harga lahan di Denpasar.

Seperti yang dicontohkannya, untuk  Kota  Denpasar dan Badung, harga per 100 meter persegi sudah mencapai Rp 400 juta hingga Rp 2,5 miliar. Sedangkan di Gianyar harga lahan berkisar antara Rp 200 juta hingga Rp 800 juta per are. Padahal untuk program sejuta rumah ini, dikatakan Aryawan berada dikisaran harga lahan adalah berkisar antara Rp 30 juta-Rp 40 juta. Sehingga lokasi pembangunan dipilih di luar Kota Denpasar, Badung dan Gianyar.

Program sejuta rumah ini dilanjutkan Aryawan nantinya berkonsep rumah sederhana dengan harga murah dan dilengkapi dengan fasilitas air, listrik, dan bangunan penunjang lainnya dengan luas lahan yang ditentukan oleh Kementerian Perumahan mencapai 0,6 Are.

Untuk jatah rumah, Aryawan mengatakan Provinsi Bali ditarget membangun 1000 unit rumah. “Namun demikian, kami sudah targetkan membangun 2000 unit rumah, hal ini karena permintaan rumah di Bali sangat tinggi dan kuota dari Pusat juga mengijinkan kami untuk membangun 2000 unit rumah,” paparnya.

Untuk harga, nantinya rumah ini dikatakan Aryawan akan dijual dengan harga Rp 143 juta per unitnya, dan diperuntukkan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *