MASIH BANYAK PR DISPERINDAG KOTA DENPASAR

unnamed

Buletindewata.com, Denpasar.

– Kerap mengadakan pameran UKM maupun IKM merupakan agenda rutinan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian baik Provinsi maupun Kota. Kegiatan ini disambut baik oleh para pelaku UMK/IKM terutama di Kota Denpasar. Namun dari 16 sektor kreatif, Disperindag Kota Denpasar baru bisa membina 5 sektor secara aktif. Diantaranya sektor kuliner,  animasi, fashion, kerajinan dan  kriya.

“Kelima sektor tersebut sudah dibina dan mendominasi. Namun yang lainnya memang belum. Misalnya seperti Budaya ada film, fotografi dan lain sebagainya belum digarap. Tetapi mereka sudah berkembang dengan sendirinya,” jelas I Nyoman Sudarsana Kepala Bidang Industri.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa semuanya masih dalam rangka mapping. Mengingat Kota Denpasar teridir dari 4 kecamatan dengan 43 Desa/Kelurahan, mapping ini sangat dibutuhkan terkait kondisi dan potensi masing-masing daerah.

Ditemui selesai pembukaan acara Bali UKM/IKM Industri Kreatif bebrapa waktu lalu di Denpasar, Nyoman Sudarsana mengungkapkan bahwa Denpasar menyambut gelar pameran UKM/IKM dengan luar biasa. Karena memberikan kesempatan bagu IKM di Kota Denpasar untuk mempromosikan produknya.

“Dengan sering diadakannya pameran, otomatis akan mendorong mereka untuk lebih jauh melakukan pengembangan produk, juga sebagai sosialisasi branding,” jelasnya.

Untuk semua sektor IKM di Denpasar diperkirakan tumbuh 5 sampai 8 persen pertahun. Sedangkan kondisinya sekarang, masih dikisaran 5 sampai 6 persen dari jumlah yang terpantau 4.045 IKM Di Denpasar.

Sampai dengan 2020 pihak Disperindag Kota Denpasar sendiri menargetkan seluruhnya akan tersertifikasi. Sertifikasi untuk akhir tahun ini diakuinya masih terkendala dengan Asesor dari LSP-nya. Hal ini dikarena kan sertifikasi dilakukan pada tingkatan pengelola IKM dan dan marketingnya IKM. Pihaknya mesti menyesuaikan dengan jadwal Asesor tersebut, mengingat Asesor untuk pengelola IKM dan marketing ini hanya ada di Surabaya.

“Kita terus berkoordinasi dengan LSP Bali, bagaimana supaya sertifikasi ini bisa berjalan lancar,” imbuhnya.

Keterlibatan para pelajar kalangan mahasiswa dalam pameran juga menjadi agenda penting. Karena melalui kegiatan tersebut akan menumbuhkan minat dari pelajar menjadi enterpreneur muda. Meskipun tidak harus seperti komunitas dalam pameran tersebut, namun dalam bentuk komunitas yang lain.(jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *