KOPI ARABIKA BUKA PELUANG AGROWISATA KINTAMANI

Tanaman Kopi Arabika Kintamani

Buletindewata.com, Bangli.

– Meski letaknya cukup jauh dari keramaian, Desa Mengani, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini mampu menarik perhatian turis asing khususnya asal Benoa Eropa. Kebiasaan hidup masyarakatnya yang menekuni budidaya tanaman kopi ternyata menyedot hasrat wisatawan untuk datang ke desa tersebut guna melihat secara langsung proses pengolahan kopi.

Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Bangli, I Made Sarjana mengungkapkan perkebunan kopi yang dimiliki masyarakat Desa Mengani yakni seluas 100 hektar ini kerap dikunjungi turis asing khususnya asal Jerman. Warga Desa Mengani kata dia telah menjalani budidaya tanaman kopi jenis arabika sejak 1980 yang dikelola oleh 230 kepala keluarga.

“Memang perkebunan kopi hasil budidaya warga di sini (Desa Mengani) bisa dikatakan menjadi daya tarik wisata. Terutama bagi wisatawan yang datang dari negara maju. Dengan melihat langsung bagaimana masyarakat mengembangkan budidaya kopi dan melihat proses pengolahan kopi ini akan menjadi suatu kenangan dan pengalaman baru bagi wisatawan,” ucap Sarjana di desa setempat, Kintamani, Bangli, Jumat (18/11).

Namun pihaknya mengakui belum ada data pasti berapa jumlah turis asing yang datang ke Desa Mengani setiap bulannya. Dia mengatakan, kedepannya Desa Mengani berpotensi dijadikan salah satu destinasi agro wisata kopi di Kabupaten Bangli. Untuk itu pemerintah mesti memikirkan aksesibilitas menuju ke Desa Mengani.

Sebab dikatakan Sarjana yang juga dosen Prodi Agro Bisnis Fakultas Pertanian Unud Denpasar, sekarang ini kondisi jalan di desa tersebut masih belum memadai. “Sudah ada rencana dari Bupati Bangli untuk mengembangkan Desa Mengani sebagai agro wisata. Karena di desa ini ada pengolahan kopi dan kualitasnya pun berani bersaing,” terangnya.

Menurutnya, selain langkah proses pengolahan kopi hingga siap diminum, teknik pembibitan tanaman kopi pun berpeluang dikemas menjadi aktivitas wisata. “Karena kami di desa ini juga melakukan pembibitan pohon kopi yang ditanam di desa lain,” sebut Sarjana.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *