BATU AKIK MASIH DIMINATI

images-3

Buletindewata.com, Kuta. 

– Pesona batu alam selalu menarik perhatian baik bagi kaum Adam pun Hawa, sehingga ketika trend batu akik dan batu mulia saat ini sudah meredup, namun penggemar bebatuan untuk digunakan sebagai bahan baku perhiasan tetap tinggi, selain memiliki desain yang unik, bebatuan ini juga memiliki warna-warna yang menarik sehingga kaum hawa sangat tertarik untuk mengunakannya sebagai perhiasan seperti cincin, gelang ataupun kalung.

Seperti yang dilakukan oleh Musdaliffath, pemilik Queen Art Accecories ini, ditangan ibu rumah tangga ini, bebatuan alam yang memiliki beragam warna ini disulap menjadi perhiasan yang elegan dan trendy. Seperti apa upaya Musdaliffah tetap  bertahan dengan usahanya meskipun saat ini trend batu sudah meredup?

Ketika ditemui di ajang Badung Creative Expo 2016, Jumat kemarin, perempuan berkerudung ini mengakui jika trend batu akik saat ini memang sudah meredup, namun demikian peminat bebatuan alam jenis batu kristal atau yang di industri perhiasan internasional dikenal dengan nama Batu Druzy ini sangat banyak. “Ini dapat dilihat dari permintaan perhiasan dengan menggunakan bahan baku batu druzy selama tahun 2016 ini cukup tinggi,” jelasnya.

Seperti yamng dijelaskan Musdaliffah, Batu Druzy yang digunakan sebagai perhiasan ini adalah batu alam yang dihasilkan di daerah Pacitan Jawa Timur, batu ini merupakan batu yang terbentuk dari  staglatit dan mengalami proses pewarnaan secara alami. Bentuk batu ini menyerupai krista, sehingga ketika dipadukan dengan bahan logam seperti emas, perak ataupun tembaga bisa menjadi perhiasan yang cantik dan meiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Untuk jenis perhiasan yang diproduksinya, perempuan yang menggeluti produk kerajinan batu sejak tahun 2011 ini mengatakan jika jenis perhiasan yang diproduksinya adalah jenis perhiasan yang lazim digunakan oleh kaum hawa. “Ini karena desain dari perhiasan yang kami produksi adalah jenis perhiasan feminim, selain itu jenis batu yang kami gunakan adalah jenis batu yang memiliki warna-warna terang, sehingga lebih cocok untuk perempuan,” paparnya.

Untuk desain, Musdaliffah mengatakan jika Queen Art Accecories ini memiliki ciri khas desain yang simple, unik dan trendy, sehingga motif ukiran yang digunakan tidak terlalu ramai. Lantas bagaimana dengan pasar dan harga dari perhiasan ini?

Menurut Musdaliffah, saat ini pasar produknya ini tidak saja eksis di pasar dalam negeri saja, tetapi produk perhiasan yang diproduksinya ini juga mampu merambah Pasar ASEAN. “Untuk pasar, hingga saat ini produk kami ini sudah dikenal di negara di Kawasan Asia Tenggara hingga ke Timur Tengah,” terangnya.

Sedangkan untuk harga, satu unit perhiasan yang batu alam yang diproduksinya dibanderol dengan harga mulai dai Rp 50 ribu sampai dengan Rp 1,2 juta. Tergantung kepada besar kecilnya batu, kualitas batu, tingkat kerumitan desain dan jenis logam yang digunakannya.(bude)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *