Bali Ekspor Beras Organik 16 Ton ke Australia, Mentan RI Dukung Potensi Pertanian Bali

Bali Ekspor Beras Organik 16 Ton ke Australia, Mentan RI Dukung Potensi Pertanian Bali
Foto : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) berjabat tangan dengan Gubernur Bali Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (4/1).

Buletin Dewata, Denpasar.

Selain terus berupaya meningkatkan pariwisata sebagai sektor unggulan, pemerintah Bali memiliki komitmen untuk memajukan sektor pertanian berbasis kearifan lokal. Kementerian Pertanian pun memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pemprov Bali mengembangkan ekspor produk pertanian. Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster, di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (4/1).

Kemampuan Bali dalam memenuhi permintaan ekspor pangan tidak diragukan lagi. Hal ini ditunjukan dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT. Bali Sri Organik dengan Big Almond Tree Pty. Ltd. terkait ekspor beras organik untuk pertama kali ekspor beras organik ke Australia. Sebelumnya, Bali juga telah berhasil mengekspor sebanyak 4000 ton buah manggis ke Tiongkok.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa sektor pangan menjadi prioritas utama dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali karena hal ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Untuk itu, Wayan Koster telah membuat beberapa kebijakan seperti Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Dari upaya tersebut, barometer kesejahteraan petani di Bali pun telah meningkat.

“Kami ingin agar alam manusia dan budaya Bali ini betul-betul sehat dan bersih sebagai bagian dari pada pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dan ini harus bisa memberi jaminan dan kepastian untuk bisa dipenuhi agar kehidupan keluarga kami berjalan dengan baik. Nilai Tukar Petani yang menjadi barometer kesejahteraan petani di Bali kini sudah meningkat dari 105 menjadi 107, bahkan kita akan dorong lagi supaya nilai tukar petani meningkat,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi dan memuji langkah Gubernur Koster mewujudkan visinya di bidang pangan. Ia pun meminta para jajarannya memberikan dukungan kepada Pemprov Bali mulai dari pemilihan bibit dan pupuk yang tepat dalam upaya memenuhi permintaan ekspor produk pertanian.

“Rasanya kalau semua Gubernur seperti ini, Indonesia akan cepat selesaikan persoalannya. Mempersiapkan ini memang harus dari hulu ke hilir. Nggak ada orang yang nggak butuh makan, nggak ada orang yang tidak butuh sayur, tidak ada orang yang tidak butuh buah-buahan tidak ada orang yang tidak butuh daging. Kami siap mana ada yang mau lagi, tinggal ditunjuk oleh Pak Gubernur,” tuturnya.

Mentan menambahkan, Bali memiliki potensi yang besar di sektor pertanian. Ia pun mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dari 11-12 persen menjadi 20-30 persen. “Akselerasi ini akan berdampak kepada masyarakat yang paling kecil. Penting menghadirkan pertanian secara konsisten sehingga mampu menjadi harapan dan kebutuhan warga negara,” imbuhnya usai Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pertanian dengan Gubernur Bali terkait Komitmen Mendorong Kegiatan Pertanian, Perkebunan dan Peternakan di Bali.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *