Kelola Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan, Bappenas Dorong Percepatan Pembangunan

Kelola Sumber Daya Perikanan Berkelanjutan, Bappenas Dorong Percepatan Pembangunan

Buletin Dewata, Badung.

Sebagai langkah untuk mengejawantahkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, Kementerian PPN/Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) melaksanakan workshop tentang “Perikanan Berkelanjutan Dalam Mendukung Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional”, Rabu – Kamis, 11 -12 Desember 2019, di Anvaya Resort Bali, Jalan Kartika Plaza, Kuta, Badung. Kegiatan ini mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), serta membahas beberapa isu – isu yang menjadi tantangan dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan berbasis WPP juga berlandaskan hasil riset yang akurat demi mempercepat pembangunan ekonomi nasional.

Indonesia tengah menyongsong peralihan konsepsi dan praktik ekonomi dari yang bersifat tradisional ke konsep pemanfaatan sumber daya laut untuk pertumbuhan sosial ekonomi serta berfokus pada keberlanjutan ekosistem laut. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Sekretaris Utama Bappenas dalam pembukaan Workshop di Bali. “Dengan luas laut mencapai 70% dari total luas wilayah, pengelolaan laut tidak dapat dikendalikan secara sentralistik saja. Salah satu caranya ialah melalui peningkatan pengelolaan perikanan berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan atau WPP, dengan menguatkan data stok perikanan dan kelembagaan WPP” jelas Himawan Hariyoga.

Diketahui, sektor kelautan dan perikanan Indonesia memberikan sumbangan bagi pembangunan nasional baik dalam pembangunan ekonomi berupa kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDH) Nasional, penciptaan lapangan pekerjaan serta peningkatan kesejahteraan, maupun ketahanan pangan. Kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap PDB pada tahun 2018 tercatat sebesar 5.5%, 5.04%, dan 3.71% untuk triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Nilai tukar nelayan (NTN) sebesar 113,08 pada bulan Mei 2019. Menurut data organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO,2018), sektor perikanan tangkap Indonesia menduduki posisi nomor dua terbesar di dunia dengan volume produksi mencapai 6,10 juta ton setelah China (12, 24 juta ton dan disusul oleh Amerika Serikat sebesar 4.89 juta ton. Sementara perikanan budidaya Indonesia berada pada peringkat ke tiga dunia dengan volume produksi 4.95 juta ton setelah China (49,24 juta ton) dan India (5.7 juta ton).

Nilai kontribusi sektor kelautan dan perikanan sebagaimana di atas masih perlu ditingkatkan mengingat potensi yang dimilki. Menurut World Bank dalam Laporan Triwulan 2019, dengan pengalolaan yang tepat, sektor perikanan Indonesia memiliki potensi sebesar 3,3 miliar USD per tahun. Dengan catatan, diperlukan strategi dan arah kebijakan yang tepat dalam rangka mendorong perikanan berkelanjutan dalam rangka pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan sumbangsih pada pemenuhan kebutuhan pangan.

Sesmen PPN/Sestama Bappenas Himawan Hariyoga juga mencontohkan tentang aspek manajemen terhadap pengelolaan perikanan berbasis data yang akurat dan didukung dengan hasil riset yang mutakhir. “Nantinya sektor perikanan Indonesia melalui pengelolaan berbasis WPP dapat menjadi salah satu contoh nyata bagaimana aspek riset digunakan dalam menjaga sumber daya laut dan perikanan sekaligus dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi nasional”, pungkas Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas.

Saat ini Kementerian PPN/Bappenas sedang menyusun Rancangan Awal RPJMN 2020-2024, yang memilik 7 Agenda Pembangunan di mana dalam Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 tersebut, khususnya Agenda Pembangunan Ketahanan Ekonomi terdapat Program prioritas mengenai Pengelolaan Kelautan dan Kemaritiman yang memiliki arah kebijakan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) sebagai basis spasial kegiatan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.

Melalui workshop yang digelar Bappenas di Bali ini diharapkan dapat mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan berbasis WPP demi mewujudkan percepatan pembangunan ekonomi nasional. Selain itu, untuk membuat platform pembelajaran lintas sektoral dan lembaga pemerintah tentang pengembangan rencana dan inisiatif regional dalam pengembangan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Workshop ini pun diupayakan menghasilkan output berupa rekomendasi pengelolaan perikanan berkelanjutan dan mendorong kelembagaan WPP, menghasilkan rekomendasi progam riset prioritas di WPP yang khususnya dijadikan sebagai percontohan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *