520 Orang Warga Swiss tinggal di Bali, Dubes Swiss Temui Gubernur Wayan Koster

520 Orang Warga Swiss tinggal di Bali, Dubes Swiss Temui Gubernur Wayan Koster
Foto : Dubes Swiss Kurt Kunz temui Gubernur Wayan Koster, Rabu (4/12).

Buletin Dewata, Denpasar.

Duta Besar Swiss Kurt Kunz menaruh perhatian terhadap kenyamanan dan keamanan wisatawan Swiss di Bali. Hal tersebut disampaikan Kurt Kunz dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Rabu (4/12).

Hadir mengikuti pertemuan ini Konsul Kehormatan Swiss di Bali Gerhard L. Nutz, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Bali Ketut Sukra Negara dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun.

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Swiss Kurt Kunz berharap hubungan Swiss dengan Indonesia, khususnya Bali semakin baik, terutama di bidang pariwisata, ekonomi, dan lingkungan.

Dikatakan, sekitar 700 ribu orang wisatawan Swiss datang ke Indonesia setiap tahunnya. Mereka sebagian besar memilih berkunjung ke Bali. Selain itu, tak sedikit warga Swiss yang menetap di Pulau Dewata. “Sekitar 520 orang warga Swiss tinggal di Bali,” ujar Kunz.

Dubes Kunz juga sangat mengapresiasi kebijakan yang diambil Gubernur Wayan Koster dalam menata pembangunan dan kepariwisataan Bali. Ia pun memberikan beberapa masukan khususnya di bidang pariwisata seperti menyangkut layanan imigrasi, kebersihan dan lalu lintas yang perlu lebih dibenahi.

“Budaya dan lingkungan sangat penting bagi masyarakat lokal Bali. Ini menjadi modal yang harus dirawat oleh Bali,” imbuhnya seraya mengakui bahwa Bali memiliki desain yang unik yang sering menjadi inspirasi bagi desainer di seluruh dunia.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan tentang arah pembangunan Bali ke depan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di antaranya menata pariwisata, merawat kearifan lokal dan menjaga lingkungan alam.

“Untuk alam yang bersih ini, kami akan menerapkan sistem pertanian organik yang mengurangi zat kimia di tanah sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Juga sedang kami desain dengan Pergub menerapkan kebijakan Bali energi bersih,” terang Koster.

Menyangkut pariwisata dan keamanan wisatawan, Gubernur mengatakan Bali memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang siap mengantisipasi setiap bencana yang mungkin terjadi. “ Terkait bencana seperti erupsi Gunung Agung, pelaku pariwisata Bali juga sudah siap,” tandasnya.

Guna meningkatkan ekonomi kreatif di Bali, Wayan Koster berharap Bali dapat belajar dari Swiss seperti pengembangkan industri jam tangan. Menurutnya orang Bali bisa dihandalkan dalam membuat desain yang baik untuk melengkapi pengalaman dan teknologi Swiss dalam menciptakan jam tangan.“Orang Bali punya keterampilan tangan yang sangat baik dan pandai membuat desain,” tandasnya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *