Tangani Polemik Sampah, Pemprov Bali Gelar Market Sounding PSEL TPA Suwung

Tangani Polemik Sampah, Pemprov Bali Gelar Market Sounding PSEL TPA Suwung

Buletin Dewata, Denpasar.

Menangani persoalan sampah Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Suwung yang belakangan menjadi polemik, Pemprov Bali segera mengambil langkah nyata. Usai dilakukan konsultasi publik pada Jumat (25/10), Pemprov Bali menggelar penjajagan minat pasar (market sounding) melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Sarbagita, Senin (2/12) di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, menyebut persoalan sampah di TPA Suwung sudah terjadi berpuluh-puluh tahun. Sejumlah investor pun sempat terlibat dalam penanganan sampah di lokasi tersebut, tapi ternyata tak kunjung dapat mengatasi permasalahan. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui sejumlah kementerian memberi perhatian terhadap penanganan TPA Suwung lewat mekanisme KPBU. Ia berharap, seluruh investor yang berminat bekerja sama mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan.

“Untuk menuju ke arah itu, seluruh proses harus kita laksanakan termasuk kegiatan market sounding yang kita gelar hari ini. Secara prinsip, saya ingin teknologi terbaik dalam penanganan sampah di TPA Suwung. Terbaik dalam artian efisien, ramah lingkungan, menghasilkan listrik paling banyak,” ujarnya.

Market sounding KPBU PSEL Sarbagita diikuti sebanyak 31 investor yang tertarik menanamkan modal di bidang pengelolaan sampah. Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Haryo Bekti Martoyoedo, S.T., M.Sc. menyampaikan, bahwa permasalahan sampah di TPA Suwung tidak bisa datasi jika menggunakan metode yang ada sekarang. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh masukan dari para investor terkait skema kerjasama yang cocok dalam penanganan TPA Suwung.

“Ke depan perlu lahan lagi, itu kan membutuhkan dana yang besar dan mencari lahan susah. Karena itu perlu ada pemahaman bersama bahwa ada satu metode baru untuk mengolah sampah,” tandas Haryo.

Dalam pembahasan kegiatan market sounding ini terungkap bahwa posisi TPA Suwung yang berada di dekat Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai sangat vital untuk kelangsungan pariwisata Bali.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *