Rudenim Denpasar Terima Kunjungan Studi Tiru Berbagai Satker Imigrasi

Rudenim Denpasar Terima Kunjungan Studi Tiru Berbagai Satker Imigrasi
Foto : Salam komando (dari kiri ke kanan) Karudenim Balikpapan, Yulizar, S.H., Karudenim Denpasar Bali, Dr. Saroha Manullang dan Karudenim Surabaya, Heru Hartono, SH.,MH.

Buletin Dewata,com

Setelah sebelumnya sempat mendapat kunjungan dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, Makassar dan Semarang, kali ini Rudenim Denpasar kembali terima Kunjungan Studi Tiru dari Rudenim Balikpapan dan Surabaya, Kamis (28/11).

Kedatangan kedua Tim Rudenim ini menjadi kunjungan Studi Tiru ke 5 kalinya di Rudenim Denpasar. Rombongan tim Rudenim Balikpapan yang dipimpin Karudenim Yuliza dan tim Rudenim Surabaya yang dipimpin Karudenim Heru Hartono mendapat sambutan hangat Karudenim Denpasar Saroha Manullang bersama seluruh staf.

Guna mengetahui lebih dalam tentang Inovasi yang telah dilakukan Rudenim Denpasar, kedua tim pun membahasnya dalam diskusi dan memanfaatkan kesempatan untuk melihat fasilitas yang terdapat di Rudenim Denpasar, seperti Jalur IBUKU (Individu Berkebutuhan Khusus ), blok khusus lansia dan penyandang disabilitas bagi para Deteni, serta tersedianya pojok baca dan taman bermain anak yang tampak cantik secara visual dan bernilai fungsional.

Rudenim Denpasar Terima Kunjungan Studi Tiru Berbagai Satker Imigrasi

Kepala Rudenim Denpasar, Saroha Manullang sangat mengapresiasi pelaksanaan kunjungan Studi Tiru dari kedua tim ini. Menurutnya, melalui kegiatan ini masing – masing satuan kerja Imigrasi dapat saling bertukar ilmu dan informasi serta mampu mengadopsi baik itu kebijakan, perkembangan dan strategi dari satuan kerja yang dikunjungi.

“ASN merupakan motor pemerintahan, jangan jadi ASN yang datang kekantor hanya melakukan rutinitas. Datang pagi kemudian ambil absen dan kerja sebentar, lihat jam nunggu istirahat dan pulang sore, seperti itu tiap harinya. Seharusnya, mampu melahirkan perubahan melalui inovasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Saroha Manullang pun mengharapkan dengan adanya berbagai fasilitas yang ada di Rudenim Denpasar dapat menjadi motivasi bagi pengembangan inovasi di Rumah Detensi Imigrasi yang ada termasuk di Rudenim Balikpapan dan Rudenim Surabaya.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *