Konjen Australia Gelar Pameran Armada Hitam di Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Konjen Australia Gelar Pameran Armada Hitam di Monumen Perjuangan Rakyat Bali

Buletin Dewata, Denpasar.

Memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia Austalia, Konsulat – Jenderal Australia di Bali, bekerja sama dengan Australian National Maritime Museum (ANMM) dan Pemerintah Provinsi Bali, akan mengadakan kegiatan Pameran Armada Hitam dan pemutaran film pendek berjudul ‘Indonesia Memangil’. Kegiatan ini akan berlangsung pada 18 – 29 November 2019 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar.

Pameran Foto Armada Hitam yang dikuratori oleh Australian National Maritime Museum (ANMM) menceritakan tentang dukungan kuat Australia bagi Kemerdekaan lndonesia. Armada Hitam adalah nama yang diberikan untuk pelarangan kapal-kapal Belanda di pelabuhan-pelabuhan Australia. Kapal-kapal tersebut membawa tentara dan senjata ke indonesia pada akhir kependudukan Jepang di tahun 1945.

Pelarangan ini diorganisir oleh Pekerja Pelabuhan Australia. bersama pelaut-pelaut Indonesia, Cina den hindia untuk mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Australia kemudian mengambil peran utama di. Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam mengadvokasi pengakuan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1949.

Pameran Foto Armada Hitam memberi wawasan unik mengenai kekuatan yang mendukung perjuangan Indonesia untuk menentukan nasib sendiri. Pameran ini juga menyoroti periode penting bersejarah dalam hubungan bilateral Australia-Indonesia. “Atas dukungan dan kerjasama yang diberikan, Konsulat – Jenderal Australia menyampaikan banyak terima kasih,” ujar Casey Parker, Wakil Konsul melalui surat kepada Media, Jumat (8/11) di Denpasar.

Pameran ini juga akan menampilkan film dokumenter pendek berdurasi sekitar 20 menit, berjudul ‘Indonesia Calling’ yang diproduksi pada tahun 1946 disutradarai oleh sutradara film Belanda, Joris Ivens. Film dokumenter ini ditampilkan sebagai bagian dari pameran foto Armada Hitam. Selain bersejarah, film ini juga membantu menghidupkan prinsip-prinsip hak untuk menentukan nasib sendiri, kerja sama ekonomi global, kemajuan kesejahteraan sosial dan dunia yang bebas dari keserakahan dan ketakutan.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *