Turis Gemar Sewa Motor di Bali, Jasa Raharja Beri Jaminan Kecelakaan Wisman

Turis Gemar Sewa Motor di Bali, Jasa Raharja Beri Jaminan Kecelakaan Wisman

Buletin Dewata, Denpasar.

Tren menyewa kendaraan bermotor di kalangan wisatawan mancanegara (wisman) saat berwisata di Pulau Dewata dianggap semakin memudahkan menuju destinasi yang ingin dikunjungi. Hal ini pun menjadi perhatian Jasa Raharja Cabang Bali dengan tetap memberikan santunan kecelakaan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Demikian disampaikan Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali, Rama Yudha saat memperkenalkan jajarannya kepada awak media di Denpasar.

“Jadi prinsipnya, kita melihat memang sekarang ini trennya adalah penyewaan kendaraan. Wisatawan bisa menyewa kendaraan seharian dengan membayar jumlah tertentu. Prinsip kami adalah memastikan bagaimana kendaraan disewa itu adalah masa berlaku pajaknya masih hidup atau masih aktif,” jelasnya yang pernah menjabat di Jasa Raharja Cabang Sumatera Barat.

Kata dia, selama kendaraan tersebut masih aktif itu berarti pemilik kendaraan masih membayar SWDKLLJ yaitu sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan. “Selama membayar SWDKLLJ secara administrasi pajaknya hidup. Nah, sekarang kita melihat kasusnya,” ucap Yudha.

Dia menegaskan, Jasa Raharja tidak memberikan jaminan asuransi kecelakaan terhadap kasus kecelakaan tunggal. “Apabila kasusnya kecelakaan tunggal itu tidak terjamin. Kami tidak bisa memberikan santunan,” terangnya.

Namun pada kasus kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan meskipun menggunakan kendaraan sewa, Jasa Raharja tetap memberikan santunan. “Kami santuni dan tetap kami bayar. Seperti itu prinsip dasarnya termasuk wisatawan,” tegasnya.

Dijelaskan Yudha, apabila wisatawan mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia dan kasus tersebut sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Jasa Raharja, maka korban akan mendapatkan santunan kemantian. “Jika wisatawan ada yang meninggal dunia karena kecelakaan, itu kan ahli warisnya ada di negara masing-masing. Kami akan berhubungan dengan konsulat atau kedutaan besar yang ada di Indonesia ini supaya santunan itu bisa diserahkan ke warganya karena memang butuh proses, waktu dan jarak,” paparnya.

Jadi, wisatawan yang datang ke Bali selama berlibur menggunakan kendaraan sewa selama administrasinya hidup dan menggunakan angkutan umum dengan membeli tiket resmi itu terlindungi oleh Jasa Raharja. “Kasus-kasus kecelakaan yang melibatkan wisatawan asing sudah beberapa kali terjadi dan kami bisa proses, selama masih jaminan kami. Sudah ada contoh-contoh kasusnya,” kata Yudha.

Pihaknya juga mengimbau wisatawan yang akan menyewa kendaraan agar memastikan pajak kendaraan yang disewa masih hidup, dan tetap patuh terhadap peraturan lalu lintas dengan menggunakan helm bagi pengendara sepeda motor. “Prinsip dasar kami memberikan santunan setelah laporan polisi terbit,” imbuhnya.

Besaran santunan meninggal dunia Rp 50 juta, luka-luka maksimal Rp 20 juta atau sebesar kuitansi dari rumah sakit. Jasa Raharja pun sudah bekerja sama dengan 51 rumah sakit se-Bali. Tujuannya disampaikan Yudha adalah mempermudah pembayaran santunan ketika korban masuk ke rumah sakit, dengan langsung menalangi biaya pengobatan dan perawatan. Namun harapannya korban tetap melapor ke kepolisian agar bisa diproses.

“Jika belum melapor ke kepolisian, masuk rumah sakit terlebih dahulu dan membayar dulu dan kemudian lapor ke polisi. Sedangkan uang yang telah dibayarkan akan diganti oleh Jasa Raharja. Seperti itu teknisnya,” beber Yudha.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi ke tempat-tempat wisata termasuk berbicara dengan wisatawan terkait tugas pokok Jasa Raharja dan mengedukasi wisatawan jika terjadi kecelakaan kemana harus melapor serta menggunakan kendaraan yang administrasinya masih hidup. “Pemilik kapal-kapal wisata juga harus memastikan tiket-tiketnya itu terlindungan oleh Jasa Raharja karena komponen asuransi ada di tiket itu,” ujarnya.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *