Ratusan Perusahan dari 19 Negara Ikuti Konferensi Internasional APQO dan IQPC di Kuta – Bali

Ratusan Perusahan dari 19 Negara Ikuti Konferensi Internasional APQO dan IQPC di Kuta - Bali
Foto : Konferensi Internasional APQO ke 25 dan IQPC 2019 berlangsung 13 – 16 Oktober 2019, di Kuta – Bali.

Buletin Dewata, Badung.

Bali kembali dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan event Mice internasional. Tahun ini, Asia Pasific Quality Organization (APQO) menggelar pertemuan Asia Pasific Quality Conference (APQC) ke-25 dan International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2019 di Hotel The Stone Kuta, Senin (14/10). Acara ini diikuti sebanyak 700 orang peserta dari 300 lebih perusahaan di 19 negara dunia.

APQO yang merupakan organisai otonom, non-politik, non-profit, dan organisasi ilmiah yang berdomisili di kawasan Asia Pasifik, setiap tahun menyelenggarakan konferensi. Mengangkat tema “Pursuing Excellence Futureproofing Suistainability” konferensi ini dilaksanakan untuk berbagi kemajuan ilmiah dan teknis dalam meraih keunggulan kualitas dan produktivitas bisnis.

Ketua panitia, Budihartono mengatakan acara tahunan APQC ini juga menganugerahkan penghargaan Global Performance Excellence Award (GPEA) bagi perusahaan penyandang klasifikasi Business Excellence yang mengikuti kriteria MBNQA. Pemberian penghargaan ini sekaligus untuk mengukur keunggulan serta meningkatkan citra perusahaan di kawasan Asia Pasifik bahkan pada skala internasional.

“Jadi acara ini diselenggarakan oleh APQO yang anggotanya berjumlah sekitar 19 negara di Asia Pasifik. Penyelenggaraanya berpindah pindah, tahun lalu di Abudabi, dan tahun ini di Bali dan akan dilanjutkan tahun depan di Australia. Disini APQO memberikan berbagai macam awards terkait aktivitas mutu mulai dari level tim dilapangan sampai jenjang managemen. Hal sebagai salah satu strategi membuat organisasi supaya tetap terjaga dan menjadi unggulan di bidangnya,” ucapnya.

Dikatakan, dari ajang tahunan ini dapat diketahui bahwa daya saing SDM Indonesia secara perlahan sudah mulai meningkat. Kedepan, diharapkan pemerintah bekerjasama dengan lembaga dan swasta serta masyarakat dapat terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran terkait kualitas SDM. Sebab bagaimanapun daya saing dari satu negara banyak terpengaruh dari masyarakatnya.

“Ada beberapa perusahaan Indonesia yang turut dalam meraih awards di ajang ini. Mereka terpilih karena telah menunjukkan perfoma kinerja yang bagus dan mungkin bisa menjadi benchmark bagi organisasi lain serta bisa dijadikan pembelajaran dan contoh,” imbuhnya.

Ratusan Perusahan dari 19 Negara Ikuti Konferensi Internasional APQO dan IQPC di Kuta - Bali
Foto : Ketua Umum Asosiasi Manajemen Mutu & produktivitas Indonesia (AMMPI), Suradi (kiri) bersama Ketua panitia APQC dan IQPC di Bali, Budihartono.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Manajemen Mutu & produktivitas Indonesia (AMMPI), Suradi menjelaskan sejak tahun 2010, AMMPI atau Indonesia Quality & Productivity Management Association (IQPMA) terdaftar sebagai Core Council Member pada APQO dan telah mengirimkan wakil perusahaan-perusahaan Indonesia mengikuti konferensi yang diselenggarakan APQO setiap tahunnya.

“Tahun ini dari Indonesia untuk Global Performance Excellence Award (GPEA) yang mengikuti ada 3 perusahaan, yaitu Pupuk Kaltim, Pelindo II dan Jamkrindo. Bentuk penghargaannya yang tertinggi adalah world class lalu Best in Class dan pengumuman dilaksanakan besok malam. Beberapa perusahaan Indonesia yang sudah mendapatkan World Class antara lain Pertamina, Indonesia Power, Pupuk Kaltim dan lainnya,” terangnya.

Dijelaskan, agar sebuah perusahaan memiliki kinerja unggul (bussiness excelent) harus menenuhi 7 kategori meliputi Leadership, Strategy, Customer, Measurement, analysa dan management, workforce, operational, business research, yang secara keseluruhan diberikan dalam bentuk scorring dengan totalnya adalah 1000. “Dari 1000 itu yang terkait dengan aspek proses yaitu kategori 1 sampai 6 porsinya adalah 550, dan untuk researchnya porsinya cukup besar, 1 kategori skor atau bobotnya yaitu 450,” paparnya.

Pihaknya tetap akan melakukan pembinaan, diawali dengan bagaimana mensosialisasikan pentingnya mutu dan produktiitas perusahaan. “Kami selalu memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Disini juga banyak pendatang, peserta yang baru (new comer) dan mereka juga beremangat untuk berkompetisi dengan negara lain yang bergabung dalam tim yang sifatnya individual maupun kelompok,” tutupnya.

APQC ke-25 dan IQPC 2019 yang berlangsung dari tanggal 14-16 Oktober ini di Bali dibuka Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, mewakili Menteri Tenaga Kerja RI. Konferensi APQO ini dihadiri Pimpinan / CEO Perusahaan ternama di tingkat Internasional.(wid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *