Fasilitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali

Fasilitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali

Buletin Dewata, Badung.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai kini telah menggunakan autogate sebagai sarana untuk melakukan proses pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. peresmian autogate dan fasilitas X-ray automated tray return system (X-ray ATRS) serta boarding pass scanner (flap barrier) dilakukan Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Selasa (3/9).

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie dalam sambutannya menyampaikan Pengadaan perangkat autogate di TPI Ngurah Rai merupakan satu bentuk kerjasama yang terjalin antara pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai dengan PT. Angkasa Pura I yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Dijelaskan, uji coba penggunaan Autogate pelayanan pemeriksaan keimigrasian dengan menggunakan autogate terhadap Warga Negara Indonesia telah dimulai sejak 2014 melalui skema pengadaan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kemudian pada tahun 2018, melalui kerjasama yang baik antara PT. Angkasa Pura I dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Autogate mulai diujicoba secara terbatas untuk pelayanan kepada Warga Negara Asing, dalam hal ini adalah kepada para delegasi IMF-World Bank yang akan berangkat meninggalkan wilayah Indonesia melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai pada pertengahan Oktober 2018, dimana selama kegiatan dimaksud sistem autogate telah melakukan pelayanan kepada 2.177 perlintasan/orang.

Fasilitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali

Melalui kegiatan uji coba tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi kemudian bekerjasama dengan PT. Angkasa Pura I melakukan pengembangan sistem Autogate yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian versi 2.0 (SIMKIM Versi 2.0). Melalui pengembangan tersebut, pada bulan Maret 2019 SIMKIM 2.0 mulai diujicobakan untuk melakukan perekaman data biometrik Warga Negara Asing yang datang untuk kemudian dintegrasikan dengan Autogate.

Penyediaan Autogate bagi WNA merupakan bentuk peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat yang diharapkan mampu mengurangi penumpukan antrian penumpang karena dapat mempersingkat waktu yang diperlukan untuk melakukan pemeriksaan Keimigrasian. Hal tersebut dinilai mampu meningkatkan kepuasan masyarakat terhadapa pelayanan dalam pemeriksaan Keimigrasian di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang akan berdampak baik terhadap citra pariwisata Indonesia di mata dunia, khususnya pariwisata Bali

“Besar harapan kami semoga kerjasama ini kedepannya dapat diwujudkan di semua Tempat Pemeriksaan Imigrasi baik di Bandar Udara, Pelabuhan Laut maupun Pos Lintas Batas Negara sebagai salah satu bentuk pelayanan publik yang berkualitas dan prima, sehingga dapat dirasakan kepuasan layanannya bagi masyarakat maupun turis mancanegara sebagai pengguna jasa pelayanan khususnya pelayanan keimigrasian. Setelah acara peresmian ini, maka para pemegang ITAS dan ITAP yang diterbitkan oleh Kantor Imigrasi di seluruh Indonesia akan dapat pula menggunakan layanan autogate untuk kegiatan masuk dan keluar wilayah Republik Indonesia,” ujar Ronnie F. Sompie.

Fasilitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali
Foto : Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie (tengah) didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi (kanan).

Selain autogate, pada kesempatan ini juga diresmikan x-ray ATRS dan boarding pass scanner (flap barrier). X-ray ATRS merupakan sistem pemeriksaan penumpang dan bagasi dengan teknologi pemindaian terkini yang berada pada area screening check point (SCP) di terminal keberangkatan internasional yang akan meningkatkan jaminan keamanan, meningkatkan keakuratan dan menurunkan stress akibat waktu antrian, dan berbagai keuntungan lainnya.

“Beberapa fasilitas baru ini akan mempercepat proses pemeriksaan, baik barang, penumpang, boarding pass, dan paspor untuk keperluan imigrasi sehingga berdampak pada bertambahnya tingkat kenyamanan calon penumpang ketika melakukan proses pemeriksaan di bandara. Sebagai perusahaan penyedia jasa kebandarudaraan, Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk mengutamakan kenyamanan penumpang tanpa mengesampingkan aspek keamanan penerbangan. Salah satunya melalui implementasi fasilitas baru ini,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Ditambahkan, X-ray ATRS dilengkapi dengan perangkat pemantau isi bagasi smartview, explosive trace detector, dan body scanner. Smartview yang berguna untuk memantau hasil pemindaian x-ray bagasi dilengkapi dengan 10 work station dan security-efficiency management system (SEMS). Dengan kemampuan teknologi untuk mengidentifikasi barang yang berpotensi membahayakan lebih cepat dan akurat serta pemisahan jalur bagasi yang diduga berbahaya, maka proses pemeriksaan jadi lebih cepat tanpa menyisakan antrean panjang pemeriksaan.

Fasilitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali

Dengan X-ray ATRS akan mempercepat proses pemeriksaan barang dan calon penumpang. x-ray ATRS mampu memeriksa rata-rata hingga 285 tray per jam dan dengan kemampuan maksimum saat peak hour mencapai 410 tray per jam. Sementara jika menggunakan x-raykonvensional rata-rata hanya mampu memeriksa 155 tray per jam dan dengan kemampuan maksimal saat peak hour mencapai 235 tray.

Bagi maskapai, x-ray ATRS ini juga memberikan beberapa keuntungan seperti meningkatkan kemampuan maskapai dalam menyelesaikan masalah terkait delay, meningkatkan tingkat ketepatan waktu keberangkatan dengan mengurangi antrean menumpuk di SCP 2, dan menghindari kerugian akibat delay yang disebabkan faktor proses pemeriksaan.

Fasitas Canggih, Autogate, X-Ray dan Boarding Scaner di Bandara Ngurah Rai Bali

Penggunaan x-ray ATRS, dan autogate paspor di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan yang pertama di Indonesia sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap upaya peningkatan pelayanan bandara yang berkelanjutan. Saat ini fasilitas utogate yang tersedia di TPI Ngurah Rai sebanyak 16 unit terdiri dari 6 unit di terminal kedatangan dan 10 unit di terminal keberangkatan. Total waktu yang dibutuhkan penumpang saat menggunakan mesin autogate ini hanya 30 detik, waktu yang relatif singkat untuk melewati melalui proses imigrasi.

Sedangkan boarding pass scanner, saat ini terdapat 12 unit yang terletak di terminal keberangkatan internasional. Fasilitas ini ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi penumpang untuk dapat secara otomatis melakukan pemindaian boarding pass penumpang tanpa harus mengantri di tempat scanning manual. Fasilitas ini dapat dipergunakan oleh penumpang yang membawa boarding pass dalam bentuk tercetak, ataupun masih dalam bentuk soft file dalam smartphone.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *