US-ABC Indonesia Innovation Series Pertama di Bali, 6 Perusahaan AS tawarkan Inovasi

US-ABC Indonesia Innovation Series Pertama di Bali, 6 Perusahaan AS tawarkan Inovasi

Buletin Dewata, Denpasar.

Dalam upaya kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menekankan pentingnya ekosistem inovatif yang efisien, US-ASEAN Business Council (US-ABC) bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan kegiatan Innovation Series untuk yang pertama kalinya pada 26 Agustus di Denpasar, Bali. Kegiatan ini fokus mendorong pembangunan nasional dan mendukung ekosistem inovatif untuk mendukung UKM melalui kerjasama dengan pemerintah Indonesia dan universitas.

Acara yang bertepatan dengan hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24 tersebut melihat bahwa dengan adanya perkembangan digital yang pesat pada saat ini dan perlunya wawasan yang tepat sebagai strategi untuk membangun transformasi digital. Acara ini juga akan diikuti dengan US-ASEAN Business Council SME Workshop pada 27 Agustus 2019.

“Di era transformasi digital yang berkembang begitu pesat, sangat penting bagi pemerintah dan industri untuk memungkinkan ekosistem inovasi yang efisien,” kata Duta Besar Michael W. Michalak selaku Wakil Presiden Senior dan Regional Managing Director US-ASEAN Business Council.

Lebih jauh, Dubes Michalak menjelaskan bahwa UKM Indonesia berkontribusi hingga 61 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia. US-ASEAN Business Council dan anggotanya optimis untuk membawa Innovation Series ke Indonesia, mengingat peran UKM dinilai sangat signifikan, dan sebagai cara untuk mendorong lingkungan yang kondusif bagi keberhasilan mereka.

Sebelumnya, US-ASEAN Business Council telah menyelenggarakan dua Innovation Series di Manila, Filipina. Suksesnya acara tersebut dan banyaknya respon positif yang diterima mendorong US-ASEAN Business Council untuk memperluas Innovation Series ini ke Indonesia. Menurut Global Innovation Index, Indonesia berada di urutan ke-85 secara global selama dua tahun terakhir, dan ada tantangan di masa yang akan datang untuk mengatasi ekosistem inovasi di Indonesia.

Acara yang dibuka Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang mewakili Gubernur Bali ini mengambil tema, “Memberdayakan Inovasi, Kreativitas dan Meningkatan Kapasitas Talent untuk Pertumbuhan Nasional.” Tema ini dipilih untuk memfasilitasi keterlibatan antara sektor swasta, pemerintah, akademisi dan masyarakat untuk menggali potensi kerja sama dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

US-ABC Indonesia Innovation Series Pertama di Bali, 6 Perusahaan AS tawarkan Inovasi

Innovation Series yang diselenggarkan sehari penuh menampilkan pembicara kunci Thomas Lembong. Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia, presentasi inovasi dari Qualcomm, Visa, Netflix JUUL Labs, Expedia dan Sampoerna/Philip Morris International.

Judith Davidson, Direktur Regional untuk HomeAway di Asia menyampaikan HomeAway sebagai divisi rental liburan dari Expedia Group, dengan bangga meluncurkan Tur Virtual kami di Bali hari ini “HomeAway memanfaatkan teknologi virtual untuk holiday homes dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sebagai tujuan prioritas di Asia, Bali akan menjadi pasar pertama di luar AS yang menawarkan Tur Virtual,” ujarnya.

Riko Abdurrahman selaku Presiden Direktur Indonesia mengatakan, Visa sepenuhnya mendukung Innovation Series di Bali, terutama di bidang teknologi pembayaran sebagai bagian penting dari UKM. “Kami terdorong untuk melihat bahwa sektor UKM di Indonesia terus luas jangkauan dan ruang lingkupnya, dan Visa dengan bangga memfasilitasi pembayaran lintas batas dan digital domestik untuk mendorong pertumbuhan UKM dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.

Acara ditutup dengan Sesi Panel Inovasi dengan pembicara dari pemerintah termasuk Dr. Ir. Jumain Appe, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Utilitas Direktur Jenderal Penguatan Inovasi, Tinggi, dan Eddy Satriya, MA selaku Asisten Deputi Telematika dan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara itu dari akademisi turut hadir Ni Putu Sri harta Mimba, Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Udayana. Wilson Andrew selaku Head of Government Affairs dari JUUL Labs, Tias Gatra Annisa, selaku Regulatory Affairs RRP Manager dari Sampoerna, Philip Morris International, serta Choo Pin Ang, Direktur Senior Government Affairs and Corporate Affairs Expedia Group juga bergabung sebagai panelis dalam sesi tersebut.

“Kami percaya bahwa inovasi dan teknologi di industri apapun adalah kunci bagi perekonomian bangsa yang sehat. “Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian komunitas teknologi di Indonesia serta turut berkontribusi bagi kemajuan perekonomian bangsa. Misi JUUL Labs di Indonesia adalah meningkatkan kualitas hidup 67 juta perokok dewasa di Indonesia dengan menyediakan alternatif bagi rokok, dan salah satu kunci bagi kami untuk mencapainya adalah melalui inovasi dan teknologi.” kata Wilson Andrew, Head of Government Affairs, JUUL Labs, dalam Sesi Panel.

“Di Indonesia, kami bekerja dengan para pemangku kepentingan untuk mecapai tujuan Bersama untuk membangun nilai yang berkesinambungan dan masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk diri kami tetapi juga untuk orang-orang yang terlibat dengan kami melalui inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan kapasitas. Selain itu, dengan program kami yang sudah berjalan lama “Sampoerna untuk Indonesia”, kami berupaya untuk mencapai tujuan menjadikan kami menjadi salah satu pendorong utama dalam keberhasilan komunitas UKM melalui pemberdayaan dan pengembangan UKM” kata Tias Gatra Annisa, Regulatory Affairs for Reduced Risk Prduct, Sampoerna.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 200 perserta dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, UKM, asosiasi bisnis, akademisi, dan komunitas masyarakat ini ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa made Indra yang dilanjutkan dengan kunjungan ke RiTech Expo di lapangan Renon, Denpasar.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *