Mengaku Kecurian, WN Rusia Akhirnya Dideportasi Rudenim Denpasar

Mengaku Kecurian, WN Rusia Akhirnya Dideportasi Rudenim Denpasar

Buletin Dewata, Badung.

Meski sempat memberontak saat hendak diperiksa petugas, Vladimir Cherevatenko (27) Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia akhirnya dapat bersikap koorperatif menjalani pendetensian di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar.Vladimir diketahui telah melanggar pasal 78 ayat 3 UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yakni pelanggaran batas overstay yang melebihi 60 hari.

Kepala Rudenim Denpasar, Saroha Manullang menjelaskan Vladimir diketahui masuk wilayah Indonesia melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan menggunakan visa kunjungan pada 11 Desember 2018. Karena melebihi batas waktu izin tinggal (overstay) di Indonesia selama 7 bulan lamanya, maka petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai akhirnya mengawal Vladimir menuju ke Rudenim Denpasar, pada 28 Juni 2019.

“Serah terima Deteni dilakukan sesuai dengan SOP yang berlaku. Mulai dari pengecekan berkas, barang bawaan, memeriksa kesehatan dan penggeledahan deteni. Walau sempat memberontak saat hendak diperiksa petugas, namun akhirnya Vladimir dapat bersikap koorperatif,” ujar Saroha Manullang, Senin (13/8).

Sementara, Vladimir pun mengakui bahwa dirinya tak bisa kembali pulang karena uangnya hilang dicuri. ”3 bulan lalu saat saya masih menyewa sebuah rumah di daerah Jimbaran, saat saya pergi ke minimarket, pencuri masuk dan mengambil semua barang berharga saya. Saat saya kembali, yang tersisa hanya paspor. Laptop dan uang saya hilang.” tutur Vladimir dihadapan petugas imigrasi.

Mengaku Kecurian, WN Rusia Akhirnya Dideportasi Rudenim Denpasar
Foto : WN Rusia, Vladimir (2 dari kanan) dikawal petugas Rudenim Denpasar

Selama menjalani detensi di Rudenim Denpasar, Vladimir berbaur dengan deteni lainnya dan mendapatkan fasilitas sesuai aturan, seperti mendapatkan makan, pemeriksaan kesehatan, olahraga dan penyiapan kebutuhan sehari-hari.

“Walaupun deteni tersebut bersalah karena telah melanggar undang-undang yang berlaku sehingga dikenakan tindakan administrasi keimigrasian di wilayah kita, tapi kita harus memperlakukannya sesuai SOP yang berlaku dan berkinerja berlandaskan hak asasi manusia,” tandas Saroha Manullang.

Selama menunggu pendeportasian, Rudenim Denpasar melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia untuk membantu kepulangan Vladimir ke negara asalnya. Setelah berkasnya lengkap, Vladimir pun dikawal 4 orang petugas yang di koordinir Kepala Sub Seksi Administrasi dan Pelaporan, I Nyoman Sutisna menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Selasa (13/8). Petugas mengantarkan kepulangan Vladimir sampai di pintu keberangkatan (gate 2) bandara. Ia diterbangkan menggunakan Qatar Airways dengan tujuan ke Moskow.

“Semoga kedepannya, kegiatan pendeportasian ini dapat membawa pesan positif bagi warga asing yang datang berwisata ke Bali dan lebih meningkatkan rasa mawas diri agar selalu menjaga kelengkapan dokumen perjalanannya.” harap Saroha Manullang.

Sebagai salah satu pilar dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI, Rudenim Denpasar dengan wilayah kerja meliputi provinsi Bali dan Nusa Tengara Barat (NTB) berfungsi menjadi tempat penampungan bagi warga negara asing yang menyalahgunakan ijin keimigrasiannya untuk menunggu waktu kepulangan/deportasi kenegaranya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *