Paspor Hilang dan Mental Terganggu, WN Belanda Dideportasi Rudenim Denpasar

Paspor Hilang dan Mental Terganggu, WN Belanda Dideportasi Rudenim Denpasar
Foto : Petugas Rudenim Denpasar mengawal pendeportasian PCT, warga Belanda yang tak punya dokumen keimigrasian menuju Bandara Ngurah Rai, Jumat (9/8).

Buletin Dewata, Badung.

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar kembali mendeportasi warga negara asing melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, Jumat (9/8). Kali ini, Pieter cornelis Terwan (PCT) pria 51 tahun berkewarganegaraan Belanda dipulangkan menggunakan maskapai KLM Royal Dutch Airlines KL 0836 tujuan Denpasar (DPS) -Amsterdam (AMS).

PCT diketahui terakhir kali datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Ngurah Rai pada tanggal 27 April 2019 menggunakan bebas Visa untuk berlibur. Ketika hendak kembali ke Negara asalnya, PCT mengaku kehilangan Paspornya saat berada di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. PCT kemudian pergi ke Lombok untuk melanjutkan liburannya tanpa membawa dokumen perjalanan hingga akhirnya PCT diamankan Petugas Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Besar.

Menurut keterangan Kasi Inteldakim Kanim Kelas II TPI Sumbawa Besar, I Made Surya Artha, PCT diamankan saat Tim melaksanakan kegiatan pengawasan rutin di Marian Hotel, Pulau Moyo. Ketika diperiksa Petugas, PCT tidak dapat menunjukan dokumen perjalanannya. PCT pun diketahui mengalami gangguan mental dan emosional sehingga sempat membuat masalah dan meresahkan masyarakat sekitar.

Paspor Hilang dan Mental Terganggu, WN Belanda Dideportasi Rudenim Denpasar
Foto : Proses deportasi PCT di Bandara Ngurah Rai.

PCT di tahan di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sumbawa Beasar sejak tanggal 31 Juli 2019 dan di serahterimakan ke Rudenim Denpasar pada 6 Agustus 2019 untuk dilakukan pendetensian. PCT diterima petugas Rudenim denpasar sesuai dengan SOP yang berlaku. Pemindahannya ini sekaligus untuk mempermudah proses penerbitan dokumen perjalanan yang bersangkutan oleh Konsulat Jenderal Belanda di Bali.

“PCT diberikan keputusan keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat tertentu di Wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 75 Ayat 2 huruf d, karena yang bersangkutan mengalami gangguan mental emosional,” ujar Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Saroha Manullang.

Paspor Hilang dan Mental Terganggu, WN Belanda Dideportasi Rudenim Denpasar
Foto : PCT bersama petugas Rudenim Denpasar sebelum meninggalkan Bali.

PCT pun terbukti melanggar Pasal 119 Ayat 1 Undang-Undang No.6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian yaitu setiap Orang Asing yang masuk dan/atau berada di Wilayah Indonesia yang tidak memiliki DokumenPerjalanan dan Visa yang sah dan masih berlaku. “Atas pelanggaran yang telah dilakukan yang bersangkutan selain dideportasi akan kami usulkan penangkalan untuk dilarang masuk Wilayah Indonesia selama 6 bulan,” tegas Saroha.

PCT dipulangkan ke Belanda dengan diantar petugas Rudenim Denpasar sampai boarding area Gate 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.“Terima kasih Rudenim Denpasar karena telah membantu saya untuk kembali ke Belanda. Saya merasa sangat senang karena dapat berjumpa kembali dengan anak saya,” ucap PCT sembari tersenyum menuju ke kabin pesawat.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *