Bandara Ngurah Rai Musnahkan 855 Tongsis, Power Bank Sitaan dari Penumpang

Bandara Ngurah Rai Musnahkan 855 Tongsis, Power Bank Sitaan dari Penumpang Pesawat

Buletin Dewata, Badung.

Tongkat Narsis atau biasa disebut Tongsis seakan selalu lekat dengan para traveler untuk berselfie ria. Apalagi saat ini action camera dan smartphone dengan kualitas kamera mumpuni dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Menyenangkan memang, bisa berswafoto, namun tongsis tersebut termasuk barang-barang dilarang (prohibited items) yang tidak diperbolehkan dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.

Airport Security Senior Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, I Made Sudiarta, mengatakan petugas keamanan bandara akan menyita segala jenis prohibited items dari calon penumpang pesawat, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: PM 80 Tahun 2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.

“Tentunya, prosedur penyitaan barang dilarang pun juga didasarkan pada aturan, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 80 Tahun 2017 dalam poin 6.2.8 a, di mana jika dalam pemeriksaan keamanan ditemukan barang dilarang yang dibawa oleh penumpang atau di dalam bagasi kabin, harus dilakukan penyitaan oleh personel keamanan bandar udara. Jadi penyitaan ini telah sesuai dengan ketentuan, dan sah secara hukum,” ujarnya.

Bandara Ngurah Rai Musnahkan 855 Tongsis, Power Bank Sitaan dari Penumpang Pesawat

Dikatakan, selama periode Maret hingga Mei 2019, petugas keamanan Bandara Ngurah Rai telah menyita dan memusnahkan ribuan prohibited item meliputi 217 unit power bank, 112 unit korek api, 855 unit tongkat swa foto atau tongsis, serta 1 karung berisi benda tajam seperti gunting, pisau, dan cutter. Khusus jenis power bank dan korek api yang dikategorikan sebagai limbah B3 (barang beracun dan berbahaya), pemusnahannya dilakukan secara khusus di fasilitas TPS limbah bandara setempat sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.

I Made Sudiarta berharap dengan keterbukaan informasi, para pengguna jasa dapat semakin memahami aturan dalam membawa barang ke dalam pesawat sehingga standar keamanan dan keselamatan penerbangan dapat terjamin.“Kami terus menerus memberikan penyuluhan dan memberikan informasi kepada para penumpang terkait ketentuan dalam membawa serta barang-barang ke dalam pesawat udara. Pengetahuan penumpang akan ketentuan prohibited items juga turut menjadi faktor kunci dalam rangka mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan,” tuturnya.

Bandara Ngurah Rai Musnahkan 855 Tongsis, Power Bank Sitaan dari Penumpang Pesawat
Foto : Pemusnahan barang-barang dilarang atau prohibited items di halaman Gedung GOI, Komplek Bandara I Gusti Ngurah Rai, Rabu (07/08).

Sebagai informasi, untuk tongkat swa foto atau tongsis, serta benda tajam seperti gunting, pisau, dan cutter, diperbolehkan masuk ke dalam pesawat dengan catatan benda-benda tersebut harus disimpan sebagai bagasi tercatat. Penumpang pun dapat membawa korek api ke dalam pesawat, dengan aturan bahwa korek api yang dibawa tersebut harus memiliki bahan penyerap. Sedangkan power bank dapat dibawa ke dalam pesawat dengan cara disimpan sebagai bagasi kabin, bukan sebagai bagasi tercatat dan power bank tersebut berkapasitas 100 hingga 160Wh. Setiap penumpang hanya boleh membawa maksimal 2 unit, dengan persetujuan dari maskapai penerbangan.

Sebagai wujud dan komitmen menjaga standar keamanan dan keselamatan penerbangan, manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai – Bali melakukan pemusnahan barang-barang dilarang atau prohibited items di halaman Gedung GOI, Komplek Bandara setempat, Rabu (07/08). Kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya ditahun 2019, setelah pelaksanaan pertama pada akhir Februari tahun lalu, dengan telah memusnahan prohibited item sebanyak 268 unit power bank, 1 kardus korek api, dan 1 kardus benda tajam.(blt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *