Terciduk Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Turis Belanda dari Bali

Terciduk Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Turis Belanda dari Bali
Foto : Petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar mengawal proses deportasi MCL asal Belanda melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (31/7) malam

Buletin Dewata, Badung.

Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar mendeportasi turis Belanda berinisial MCL (72) dari Bali karena kedapatan melebihi batas waktu tinggal alias overstay lebih dari 60 hari dari masa berlaku izin tinggalnya yang telah habis.

Diketahui, MCL masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta pada tanggal 26 November 2018 untuk menemui keponakannya yang sedang mengalami masalah keluarga. Dari pemeriksaan batas waktu tinggal, MCL terbukti melanggar Pasal 78 Ayat 3 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.

Setelah menjalani pendetensian sekitar satu bulan, Rudenim Denpasar pun berkoordinasi dengan Konsulat Belanda dan keluarganya, dan akhirnya pihak Konsulat menyanggupi untuk menyediakan tiket kepulangan MCL kembali ke Belanda.

Terciduk Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Turis Belanda dari Bali

”Hukuman untuk MCL tidak lagi membayar denda, melainkan dikenakan Tindakan Administrasi Keimigrasian berupa deportasi, serta diusulkan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk dicekal (cegah tangkal) masuk ke Indonesia selama 6 bulan.” Ujar Karudenim Denpasar, Saroha Manullang.

MCL dideportasi ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada Rabu (31/7). Petugas Rudenim mengantar MCL menuju boarding area Gate 4 dan selanjutnya MCL diterbangkan dengan Turkish Airlines dari Bali menuju Amsterdam, Belanda.

“Walaupun deteni tersebut bersalah melakukan tindakan administrasi keimigrasian di wilayah kita, tapi kita harus memperlakukannya sesuai SOP yang berlaku dan berkinerja berlandaskan Hak Asasi Manusia,” pungkas Saroha Manullang.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *