Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Eks Pramugari Asal New Zealand

Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Eks Pramugari Asal New Zealand
Foto : WNA Asal New Zealand dideportasi ke negara asalnya melalui Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, Selasa (23/7).

Buletin Dewata, Badung.

Setelah dilakukan pendetensian di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar selama kurang lebih satu bulan, Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru, J-AVS (54), akhirnya dideportasi ke negara asalnya melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (23/7).

Kepala Rudenim Denpasar Saroha Manullang menyampaikan atas pelanggaran aturan Keimigrasian yaitu tinggal melebihi batas waktu Izin Tinggal (overstay) di Indonesia, maka Rudenim Denpasar telah mengeluarkan surat perintah deportasi terhadap J-AVS.

“J-AVS telah melanggar Pasal 78 Ayat 3 UU No. 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian, yakni pelanggaran batas overstay yang melebihi 60 hari,” tegas Saroha.

Overstay, Rudenim Denpasar Deportasi Eks Pramugari Asal New Zealand
Foto : Petugas Rudenim Denpasar mengawal proses deportasi J-AVS ke negaranya.

Berdasakan hasil penyelidikan, diketahui bahwa J-AVS masuk ke Indonesia pada 4 Desember 2017 lalu, menggunakan Bebas Visa Kunjungan untuk menengok pacarnya yang merupakan warga Negara Prancis.

Dengan alasan tidak bisa meninggalkan kekasihnya yang sakit dan lataran tidak memiliki cukup biaya, J-AVS mengaku tidak dapat memperbarui izin tinggalnya.

Melebihi izin tinggal keimigrasian (overstay) selama 1,5 tahun J-AVS yang seorang eks Pramugari ini pun di tahan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai sejak tanggal 26 Juni 2019.

Dikawal Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, J-AVS dibawa ke Rudenim Denpasar pada 28 Juni 2019. J-AVS diterima petugas Rudenim denpasar sesuai dengan SOP yang berlaku.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *